Pentingnya Memahami Hakikat Sabar sebagai Cahaya Kehidupan

  • 22 Jan 2026 08:49 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Dalam siaran Mutiara Pagi di RRI Sampang, disampaikan pesan mendalam mengenai hakikat sabar sebagai perhiasan para nabi dan mutiara bagi orang-orang saleh. Sabar bukan sekadar sikap pasif atau bentuk keputusasaan, melainkan sebuah kekuatan hati untuk menahan diri dalam menghadapi sesuatu yang tidak disukai demi mengharap ridha Allah SWT.

Mengutip pandangan Imam Al-Ghazali, urgensi kesabaran ini tercermin dari penyebutannya yang lebih dari 70 kali di dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surah An-Nahl ayat 96 yang menjanjikan pahala jauh lebih baik bagi mereka yang mampu menjaga keteguhan hatinya," ungkap Abd. Kholiq, Kamis, 22 Januari 2026.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa sabar terbagi menjadi tiga tingkatan utama yang menjadi fondasi keimanan seorang Muslim. Tingkatan pertama adalah sabar dalam menjalankan ketaatan, seperti memaksakan diri melawan rasa kantuk dan dingin demi melaksanakan shalat subuh. Tingkatan kedua adalah sabar dalam menjauhi kemaksiatan, yang menurut para ulama nilainya lebih utama daripada melakukan seribu kesunahan. Hal ini dikarenakan perjuangan melawan hawa nafsu dan godaan setan untuk meninggalkan perkara haram menuntut kekuatan spiritual yang luar biasa besar.

"Lalu aspek yang ketiga, yaitu sabar dalam menghadapi musibah, ditekankan bahwa ujian berupa penyakit, kehilangan harta, hingga perilaku buruk orang lain merupakan cara Allah menghapus dosa dan meningkatkan derajat hamba-Nya," ujarnya.

Rasulullah SAW pernah menegaskan bahwa orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah justru akan diuji dengan musibah. Sikap sabar dalam kondisi ini diartikan sebagai kemampuan untuk tetap berada di jalan yang benar tanpa mengeluh atau mengeluarkan kata-kata yang dapat menjerumuskan pada kekufuran, meskipun ujian yang datang terasa sangat berat.

Rekomendasi Berita