Ilmu Tinggi Tanpa Adab Ibarat Pohon Tak Berbuah

  • 01 Jan 2026 06:03 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: Di tengah pesatnya perkembangan zaman, sebuah pesan mendalam disampaikan mengenai fenomena sosial saat ini. Fokus utamanya adalah peringatan keras bagi mereka yang memiliki kecerdasan intelektual dan pendidikan tinggi, namun kehilangan tuntunan adab dan akhlak.

Ustad Far’i menjelaskan ilmu tanpa adab diibaratkan secara filosofis seperti pohon yang tumbuh menjulang tinggi tetapi tidak memberikan buah atau manfaat sedikitpun bagi orang di sekitarnya.

“Krisis moral yang disoroti mencakup perilaku sombong, gemar menipu, serta budaya saling menghina dan menghujat yang kian marak di masyarakat,” jelasnya pada Kamis (1/1/2026).

Hal ini mengingatkan bahwa tatanan kehidupan akan hancur jika manusia kehilangan rasa hormat satu sama lain. Fakta di lapangan menunjukkan banyak orang yang kehilangan kehormatannya bukan karena kurangnya pendidikan, melainkan karena buruknya perangai.

“Sebaliknya, orang yang hidup sederhana justru seringkali mendapatkan tempat yang tinggi dan disegani di mata masyarakat karena kelembutan tutur kata dan keluhuran budi pekertinya,” ucapnya.

Dalam perspektif spiritual, hal tersebut menegaskan bahwa iman yang sempurna tidak hanya diukur dari ritual ibadah, melainkan dari sejauh mana seseorang mampu menjaga kesopanannya. Berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidhi, mukmin yang paling sempurna imannya adalah mereka yang paling baik akhlaknya.

Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk berhenti hanya sibuk "mempercantik" penampilan luar atau mengejar status pendidikan semata, melainkan mulai memprioritaskan "menghias" hati dengan perilaku nyata yang mencerminkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita