Hakikat Hati sebagai Penentu Iman dan Ibadah
- 15 Des 2025 06:59 WIB
- Sampang
KBRN, Sampang: Membahas secara mendalam mengenai hakikat dan tugas fundamental hati (qalb) dalam kehidupan spiritual dan amal seorang Muslim. Kyai M. Badruddin menjelaskan bahwa dalam bahasa Arab, kata qalb bermakna "berbolak-balik", sebuah refleksi atas sifat hati yang senantiasa berubah-ubah.
Hati ditekankan sebagai komponen utama dan penentu segala tindakan, di mana ucapan yang keluar dari lisan pada hakikatnya adalah eksekutor dari perkataan hati. Dirinya menegaskan, sejatinya kata-kata (kalam) bersemayam di dalam hati, sementara lisan hanyalah penunjuk dari apa yang tersembunyi di dalamnya, menjadikan hati sebagai pusat keimanan, cinta, dan keyakinan.
“bahwa hati yang mantap dan tertata dengan baik (qalb salīm) adalah prasyarat utama untuk menjalankan kewajiban lahiriah dengan mudah. Seseorang akan merasa berat dalam melaksanakan ibadah, seperti salat, puasa, atau haji, jika hatinya belum meyakini sepenuhnya kekuasaan Allah SWT. Oleh karena itu, menata keyakinan di dalam hati harus didahulukan agar setiap perbuatan lahiriah terasa ringan dan mudah dilakukan. Penting ditekankan pula perbedaan antara Islam (perbuatan lahiriah, seperti syahadat dan salat) dan Iman (keyakinan batin), di mana iman sebagai sebuah keyakinan yang berakar di hati yang membutuhkan proses dan waktu untuk menguat,” ucapnya, Senin (15/12/2025).
Kyai M. Badruddin menyimpulkan bahwa setiap amal ibadah terbagi menjadi amal lahiriah dan amal batiniah serta kedua-duanya harus berjalan seia sekata agar ibadah diterima. Mengutip hadis, ditegaskan bahwa niat yang bersih dari hati menjadi penentu sah dan diterimanya suatu amal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....