Napak Tilas R.P. Mohammad Noer Warnai Hari Jadi Jawa Timur
- 06 Okt 2026 21:43 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan napak tilas dan ziarah ke makam mantan Gubernur Raden Panji Haji Mohammad Noer di Kampung Sumur Kompakh, Sampang pada Selasa 6 Oktober 2026.
- Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur untuk mengenang dan meneladani dedikasi luar biasa almarhum dalam pembangunan daerah.
- Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memimpin langsung prosesi ziarah dan tabur bunga, dihadiri oleh jajaran pejabat Pemprov Jawa Timur dan pemerintah daerah setempat sebagai wujud penghormatan atas jasa-jasa almarhum.
RRI.CO.ID, Sampang - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan napak tilas dan ziarah ke makam mantan Gubernur Jawa Timur, Raden Panji Haji Mohammad Noer, di Kampung Sumur Kompakh, Kelurahan Rong Tengah, Kabupaten Sampang pada Selasa 6 Oktober 2026. Agenda berharga ini diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur untuk mengenang serta meneladani dedikasi luar biasa sang tokoh pembangunan.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memimpin langsung prosesi ziarah dan tabur bunga. Kehadiran jajaran pejabat Pemprov Jawa Timur bersama pemerintah daerah setempat menjadi wujud penghormatan mendalam atas jasa-jasa almarhum yang telah meletakkan fondasi kemajuan bagi Jawa Timur dan Pulau Madura.
Turut hadir mendampingi di lokasi kegiatan, Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian Pemprov Jawa Timur terhadap figur pahlawan daerah.
“Kita patut bahagia dan bangga. Di Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Wakil Gubernur Emil Dardak masih menghargai para pejuang terdahulu yang telah berjasa bagi Provinsi Jawa Timur, dan salah satunya adalah tokoh dari Sampang,” tutur Ahmad Mahfudz.
Kehadiran Raden Panji Mohammad Noer dalam sejarah kepemimpinan Jawa Timur membuktikan bahwa daerah tersebut melahirkan figur pembawa perubahan besar yang patut dijadikan teladan dalam berkarya bagi kesejahteraan umum.
Lahir di Sampang pada 13 Januari 1918 sebagai putra ketujuh dari 12 bersaudara pasangan Raden Aryo Cendro Pratokto dan Raden Ayu Siti Norsiya, sosok Raden Panji Mohammad Noer dikenal luas sebagai birokrat ulung, pamong sejati, dan abdi rakyat.
Perjalanan kariernya merentang panjang sejak 1 Juli 1939 sebagai Calon Pangreh Praja di Kabupaten Sumenep, Mantri Pangreh Praja di Kabupaten Bangkalan pada 1 Agustus 1941, Asisten Wedana di Arosbaya pada 1945, hingga menjabat Bupati Definitif Bangkalan periode 1960–1965 dan Residen Madura atau Pembantu Gubernur di Pamekasan pada 1965–1967. Puncak pengabdiannya terukir saat dipercaya menjabat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur Definitif periode 23 Januari 1971 hingga 26 Januari 1976.
Selama memimpin Jawa Timur, almarhum memegang teguh filosofi “Jer Basuki Mawa Beya, Akawe Wong Cilik Melu Gemuyu” yang bermakna keberhasilan membutuhkan pengorbanan demi membuat rakyat kecil tersenyum bahagia.
Gagasan monumental yang dirintisnya adalah ide pembangunan Jembatan Suramadu. Tekad kuatnya menghubungkan Pulau Jawa dan Madura pernah ditegaskan lewat ungkapan ikonik, bahwa ia rela berenang menyeberangi Selat Madura jika jembatan tersebut tidak kunjung dibangun. Pengabdian beliau kemudian berlanjut ke kancah internasional saat menjabat Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Prancis periode 18 September 1976 hingga 30 Oktober 1980. Melalui diplomasi kebudayaan berhas menarik wisatawan dan investor asing be
Pria yang wafat pada usia 92 tahun di Rumah Sakit Darmo Surabaya pada Jumat 16 April 2010 tersebut dimakamkan di tanah kelahirannya setelah seluruh wasiatnya dipenuhi, termasuk disalatkan di tiga masjid yaitu Masjid Al-Falah Surabaya, Masjid Agung Bangkalan, dan Masjid Agung Sampang, serta jenazahnya dilewatkan di atas Jembatan Suramadu. Kegiatan napak tilas pada rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Timur ini menegaskan kembali bahwa semangat kepemimpinan, dedikasi, serta kepedulian sosial Raden Panji Mohammad Noer akan terus menjadi pemantik inspirasi bagi generasi penerus bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....