Lebih 70 Persen Warga Sampang Masuk Desil Rendah, BPS Kemiskinan Tidak Naik
- 12 Sep 2026 12:40 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Lebih dari 70 persen Kepala Keluarga (KK) di Sampang menempati kelompok Desil 1 hingga Desil 5 menurut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru.
- Kelompok Desil 1 hingga Desil 5 dikategorikan sebagai masyarakat dengan tingkat kesejahteraan sosial-ekonomi terendah.
- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang menekankan bahwa pergeseran data ini bukan bukti lonjakan nyata angka kemiskinan di daerah tersebut.
RRI.CO.ID, Sampang - Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru menunjukkan lebih dari 70 persen Kepala Keluarga (KK) di Sampang kini menempati kelompok Desil 1 hingga Desil 5. Kelompok ini masuk dalam kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan sosial-ekonomi terendah.
Meskipun grafiknya bergeser ke kelompok bawah, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah tanda bahwa angka kemiskinan di daerah tersebut mengalami lonjakan nyata.
Kepala BPS Sampang, Boby Eko Heru Mulyadi, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena adanya perubahan sistem pendataan nasional yang kini jauh lebih ketat, detail, dan transparan.
"Kalau kita lihat dalam dua versi DTSEN yang terakhir, memang sebagian besar ada di desil 1 sampai 5. Ada pergeseran KK per desil kalau kita bandingkan dengan versi sebelumnya, di mana desil bawahnya naik dan desil atasnya turun," ujar Bobi Eko Heru Mulyadi pada RRI, Jumat 11 September 2026.
Bobi meluruskan kekhawatiran publik dengan menegaskan bahwa perubahan angka ini murni efek dari perbaikan kualitas data nasional, bukan karena warga Sampang mendadak jatuh miskin.
"Nah, ini tidak serta-merta mencerminkan bahwa tingkat kemiskinan kita naik. Tidak, tidak. Tetapi itu barangkali bisa menjadi indikasi desil bawahnya itu semakin banyak, desil atasnya semakin kecil," tambahnya.
Lebih lanjut Boby menyampaikan pergeseran data pada sistem DTSEN terjadi berkat sistem otomatisasi komputer-ke-komputer (machine-to-machine). Sistem ini mengunci celah manipulasi data di lapangan dengan melakukan cek silang (cross-check) langsung ke berbagai lembaga negara. Melalui sistem ini, profil setiap warga dipadankan secara real-time berdasarkan 39 variabel utama penentu kesejahteraan. Ke-39 variabel tersebut terbagi menjadi dua kelompok yaitu variabel individu dan keluarga.
“Cek silang dilakukan pada 13 Variabel Individu meliputi identitas, status hubungan keluarga, jenjang pendidikan, jenis pekerjaan, kepemilikan usaha, status disabilitas, hingga riwayat penyakit kronis. Selain itu juga 26 Variabel Keluarga meliputi kondisi fisik rumah (lantai, dinding, atap), sumber air minum, daya listrik rumah tangga, hingga kepemilikan aset lahan atau transportasi,” tambahnya.
Melalui pemutakhiran berbasis ekosistem digital ini, pergeseran angka pada DTSEN sejatinya tidak menggembarakan penurunan pendapatan, tetapi mencerminkan langkah maju menuju tata kelola data yang jauh lebih akurat dan objektif. Konsistensi cek silang antar-lembaga secara real-time diharapkan dapat meminimalisasi ketidaktepatan sasaran, sehingga alokasi bantuan sosial ke depan benar-benar menyasar masyarakat Sampang yang paling membutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....