Revitalisasi Tari Topeng Patengteng, Gerak Tradisi Bangkalan yang Hampir Punah

  • 21 Agt 2026 10:48 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Universitas Trunojoyo Madura menggelar program revitalisasi Tari Topeng Patengteng melalui rekonstruksi gerak tradisi di Desa Patengteng, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
  • Program melibatkan kolaborasi intensif antara akademisi UTM, Sanggar Tarara, Komunitas Pelestari Topeng Patengteng, dan masyarakat setempat untuk memulihkan ragam gerak yang hampir punah.
  • Inisiatif ini bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara dan mendokumentasikan seluruh pengetahuan seni tari agar dapat dipelajari berkelanjutan oleh generasi mendatang.

RRI.CO.ID, Bangkalan - Upaya menjaga kelestarian kesenian tradisional khas Madura terus dilakukan di tengah gempuran modernisasi. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bekerja sama dengan sanggar seni dan komunitas budaya menggelar program revitalisasi Tari Topeng Patengteng berbasis rekonstruksi gerak tradisi di Desa Patengteng, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Kegiatan pelestarian ini melibatkan kolaborasi intensif antara akademisi UTM, Sanggar Tarara, Komunitas Pelestari Topeng Patengteng, serta masyarakat setempat. Selain memulihkan ragam gerak khas yang hampir punah, program yang merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara ini juga mendokumentasikan seluruh pengetahuan tentang seni tari tersebut agar dapat dipelajari secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.

Ketua Pengusul Program Revitalisasi, Parrisca Indra Perdana, menjelaskan bahwa pelestarian seni tradisional tidak bisa sekadar mengandalkan pementasan panggung semata, melainkan memerlukan dokumentasi dan proses pembelajaran terstruktur.

"Revitalisasi ini tidak hanya berupaya menghadirkan kembali bentuk gerak Tari Topeng Patengteng, tetapi juga bagaimana pengetahuan dan karakter tradisinya dapat dipelajari serta diwariskan kepada generasi berikutnya," tutur Parrisca di lokasi kegiatan, Kamis 21 Agustus 2026.

Ia menambahkan, keterlibatan pelaku seni dan komunitas lokal sangat krusial agar hasil rekonstruksi tidak kehilangan akar budayanya. Dalam praktiknya, Sanggar Tarara berperan dalam rekonstruksi gerak serta penggarapan musik pengiring, sementara komunitas budaya memberikan rujukan historis dan karakteristik asli Topeng Patengteng.

Proses revitalisasi dilakukan secara bertahap, diawali dari penggalian informasi, pelaksanaan workshop, latihan intensif, hingga penyempurnaan iringan musik. Beberapa ragam gerak utama yang berhasil dikembangkan dan disusun kembali antara lain gerakan tari Lakek, Binik, Buto, Pungkawa, dan Eserta.

Guna memperluas jangkauan dan mempermudah akses bagi generasi muda, seluruh tahapan kegiatan didokumentasikan ke dalam bentuk digital. Tim pelaksana menyusun video tutorial gerak tari yang diunggah melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.

Hingga saat ini, program revitalisasi telah menyelesaikan penggarapan gerak, musik pengiring, pembuatan dua set kostum, dua set topeng khas Patengteng, serta video tutorial peragaan awal. Rangkaian kegiatan akan berlanjut pada pengambilan video tutorial berkeragamaan kostum lengkap pada 24 Agustus 2026, disusul Workshop 1 di Kampus UTM pada 2 September 2026 dan Workshop 2 di Desa Patengteng sepanjang September 2026.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pegiat seni, dan masyarakat desa, Tari Topeng Patengteng diharapkan tidak sekadar menjadi kenangan sejarah, melainkan tetap hidup, dinamis, dan memiliki ruang di hati generasi muda tanpa kehilangan jati diri tradisinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....