Perpustakaan Jatim, Sosialisasikan Literasi di Lokasi TMMD Sampang

  • 11 Agt 2026 22:11 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sampang melaksanakan kegiatan penyadaran literasi di Desa Panyeppen, Kecamatan Jrengik untuk memperkuat tingkat literasi masyarakat.
  • Program literasi ini disinergikan dengan TMMD guna menjangkau dan memberdayakan masyarakat pedesaan di Kabupaten Sampang.
  • Komandan Kodim 0828/Sampang menekankan bahwa kegiatan literasi ini bertujuan menyeimbangkan pembangunan fisik dengan pembangunan pola pikir kritis masyarakat.

RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur bersama Perpustakaan Daerah Kabupaten Sampang terus berkomitmen memperkuat tingkat literasi masyarakat. Langkah ini dipandang sebagai fondasi utama dalam mendorong kemajuan dan pembangunan peradaban di suatu wilayah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyadaran literasi yang digelar di Desa Panyeppen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Program ini turut disinergikan TMMD menjangkau masyarakat pedesaan.

Komandan Kodim (Dandim) 0828/Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar menyampaikan kegiatan literasi ini untuk menyeimbangkan pembangunan fisik dengan pembangunan pola pikir kritis.

"Selain sasaean fisik, TMMD juga kolaborasikan pembangunan non fisik termasuk pola pikir dengan menguatkan literasi generasi penerus. Tim Perpustakaan memberikan penyuluhan berharga tentang literasi, sehingga xengan wawasan yang lebih terbuka pada jangka panjang panjang mampu mengembangkan perekonomian dan pembangunan desa lebih maju," tutur Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar pada RRI Sampang, Selasa 11 Agustus 2026.

Senada dengan itu, Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur yang bertugas di lokasi, Sahid Hartono, menegaskan pentingnya kehadiran perpustakaan hingga ke pelosok desa untuk menyadarkan masyarakat akan peran vital literasi.

Melalui tingkat literasi yang tinggi, peradaban dan kemajuan desa akan berjalan lebih cepat. Semua lini dan bidang kehidupan pada dasarnya membutuhkan literasi," ujar Sri Hartono saat mengisi materi di Desa Panyeppen.

Sahid Hartono menjelaskan bahwa pemahaman literasi tidak hanya berhenti pada kemampuan mengeja atau membaca teks belaka, melainkan mencakup rangkaian proses pemikiran yang komprehensif. Kemampuan ini akan membawa cara berpikir kritis untuk kemajuan di masing-masing wilayah.

"Anak-anak kami kenalkan pada literasi yaitu lemampuan menyerap informasi dari bacaan untuk kemudian mengolah wawasan yang didapat sehingga membangun struktur berpikir kritis yang bermanfaat untuk pengembangan dan kemajuan diri sendiri maupun masyarakat sekitar melalui tulisan dan tindakan nyata," tambahnya.

Melalui edukasi ini, para santri diharapkan mampu menjadi agent of change atau agen perubahan literasi di desanya masing-masing. Cara berpikir yang terstruktur hasil dari kebiasaan membaca yang baik diyakini akan menjadi modal utama melahirkan inovasi dan perubahan positif bagi lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....