Bahu-Membahu, TNI dan Warga Klampis Bangun Jembatan Baja
- 07 Agt 2026 15:59 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Prajurit TNI bersama masyarakat Dusun Larangan Tengah, Desa Penyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan membangun jembatan penghubung sepanjang 16 meter dengan rangka besi Wide Flange pada Kamis 6 Agustus 2026.
- Kerangka besi Wide Flange berfungsi sebagai penopang utama dengan sayap lebar yang mampu menopang beban berat, gaya lentur, dan tekanan kendaraan secara stabil untuk memperlancar mobilitas warga.
- Proyek pembangunan jembatan ini melibatkan dua personel TNI dan delapan pekerja umum yang bekerja dengan standar presisi tinggi untuk memastikan setiap bentang baja terpasang dengan sempurna di atas fondasi.
RRI.CO.ID, Bangkalan - Semangat gotong royong terasa kuat di Dusun Larangan Tengah, Desa Penyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan pada Kamis 6 Agustus 2026. Di tengah terik matahari, prajurit TNI bersama masyarakat setempat bahu-membahu membangun jembatan penghubung berangka besi Wide Flange (WF) sepanjang 16 meter di atas bentang sungai kecil untuk memperlancar mobilitas warga.
Kerangka besi WF ini berfungsi sebagai penopang utama yang memiliki sayap lebar yang menopang beban berat, gaya lentur, dan tekanan kendaraan secara stabil. Pekerjaan fisik yang melibatkan dua personel TNI dan delapan pekerja umum tersebut berlangsung penuh kehati-hatian demi memastikan setiap bentang baja terpasang presisi di atas fondasi.
Pemandangan tanpa sekat antara prajurit dan warga di lokasi kegiatan menjadi bukti nyata pelaksanaan program Bhakti TNI AD untuk Rakyat yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat kemanunggalan di tengah masyarakat.
WS Danramil Klampis, Peltu Iwan Rosadi, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak di lapangan dan menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut. Ia tutur:
"Jembatan ini bukan hanya menyambungkan dua sisi jalan, tetapi juga menyambungkan harapan masyarakat untuk memiliki akses yang lebih aman dan layak. Kami akan terus hadir bersama warga melalui Bhakti TNI AD untuk Rakyat, karena kemanunggalan TNI dengan rakyat harus diwujudkan melalui kerja nyata yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat."
Kehadiran jembatan ini menjadi solusi strategis bagi permasalahan aksesibilitas yang selama ini menghambat kegiatan sehari-hari warga Desa Penyaksagan. Pembangunan infrastruktur penghubung ini diproyeksikan mampu mendongkrak roda perekonomian lokal melalui kelancaran distribusi hasil pertanian, sekaligus menjamin keamanan serta kenyamanan anak-anak saat berangkat menuju sekolah.
Dengan berlanjutnya proses pengerjaan secara konsisten, jembatan baja ini diharapkan dapat segera beroperasi penuh sehingga seluruh potensi desa dapat terhubung dengan lebih optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....