Pertama Kali, SLBN Sampang Gelar Pawai Peringati Kemerdekaan
- 03 Agt 2026 11:13 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Kegiatan pawai mengusung tema 'Langkah Anak Disabilitas, Menginspirasi Indonesia' untuk memupuk semangat nasionalisme dan persatuan.
- Pawai ini menjadi ajang membangun kepercayaan diri peserta didik dengan melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dalam perayaan kemerdekaan nasional.
- SLBN Sampang menggelar pawai bersama pada Senin, 3 Agustus 2026, dalam rangka memperingati HUT RI ke-81.
RRI.CO.ID, Sampang - Dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Ulang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Sampang menggelar kegiatan pawai bersama pada Senin, 3 Agustus 2026.
Mengusung tema "Langkah Anak Disabilitas, Menginspirasi Indonesia", kegiatan ini menjadi ajang untuk memupuk semangat nasionalisme, rasa persatuan, serta membangun kepercayaan diri para peserta didik.
Pawai dimulai dari titik Start di Monumen Kota Sampang pada pukul 07.00 WIB dan berakhir (Finish) di gedung SLBN Sampang. Kegiatan yang baru pertama kali digelar ini diikuti oleh sekitar 130 peserta, yang terdiri dari 69 siswa-siswi SLBN Sampang, para guru, serta wali murid yang turut mendampingi anak-anak sepanjang rute pawai.
Kepala Sekolah SLBN Sampang Wardatus Saadah menjelaskan bahwa kegiatan pawai ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama dan akhirnya dapat terlaksana dengan baik. Pemilihan tanggal 3 Agustus dilakukan lebih awal sebelum puncak perayaan 17 Agustus dikarenakan padatnya agenda kegiatan sekolah maupun dinas (Cabdin) di Pertengahan bulan.
"Lewat kegiatan pawai ini, kami ingin memberikan pelajaran kepada anak-anak untuk mempererat persatuan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat yang tinggi, serta rasa percaya diri. Meskipun memiliki hambatan, anak-anak kita mempunyai kemampuan yang luar biasa," ungkap Wardah
Lebih lanjut Wardah juga mengapresiasi keterlibatan serta dukungan dari para orang tua/wali murid yang ikut turun langsung mendampingi putra-putrinya. Mendampingi anak dengan berbagai latar belakang hambatan dan perilaku memerlukan kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga.
"Orang tua sangat mendukung dan bangga dengan anak-anak mereka. Mereka ingin menunjukkan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki kelebihan dan potensi yang patut dibanggakan," tambahnya.
Melalui momentum ini, pihak sekolah berharap sinergi dan kolaborasi antara para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), wali murid, serta siswa dapat terus terjalin erat tidak hanya saat momen perayaan seperti ini, tetapi juga dalam proses pembelajaran sehari-hari, termasuk dalam pemanfaatan sarana digitalisasi pendidikan di sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....