Ponpes Assirojiyyah Sampang Gelar Pelatihan Santri Tangguh Bencana
- 17 Jul 2026 09:07 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Pondok Pesantren Assirojiyyah menggelar program tahunan Santri Tangguh Bencana pada 16 Juli 2026 untuk membangun kesiapsiagaan mental santri dalam menghadapi bencana.
- Program ini dirancang untuk membangun refleks cepat dan mencegah kepanikan massal saat bencana terjadi dengan melatih santri untuk memahami tindakan penyelamatan yang tepat.
- Pelatihan mencakup tiga bidang penyelamatan utama: water rescue, vertical rescue, dan urban search and rescue (USAR) melalui kolaborasi BPBD Sampang, FPRB, dan LPBI NU.
RRI.CO.ID, Sampang - Pondok Pesantren Assirojiyyah Kajuk Sampang kembali menggelar program tahunan Santri Tangguh Bencana (Sanggub) pada Kamis 16 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Assirojiyyah, Kampung Kajuk, Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang ini bertujuan mencetak santri yang memiliki kesiapsiagaan mental dan ketangguhan dalam menghadapi bencana di masyarakat.
Kepala Biro Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pondok Pesantren Assirojiyyah, KH. M. Itqon Bushiri menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membangun respons cepat serta mencegah kepanikan massal saat terjadi musibah.
"Pelatihan ini diharapkan dapat membangun refleks Saat bencana, tujuannya adalah mencegah kepanikan massal, jadi para relawan tidak boleh panik setiap ada bencana, sudah paham harus melakukan apa sehingga saat bencana semua sudah siap," tutur KH. Itqon.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran santri sebagai agen perubahan yang mampu mengambil tindakan penyelamatan awal bagi orang lain setelah memastikan keselamatan diri sendiri.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, Fajar Arif, mengapresiasi konsistensi pimpinan dan santri Pesantren Assirojiyyah yang rutin menggelar program Sanggub setiap tahun, dimana lokai pondok adalah bantaran sungai dan rawan banjir. Menurutnya, santri tidak hanya berperan mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia, tetapi juga menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana.
"Kami siap memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada santri, meliputi tiga bidang penyelamatan utama, yaitu water rescue, vertical rescue, dan urban search and rescue (USAR)," jelas Fajar Arif.
Pelaksanaan program Santri Tangguh Bencana ini terwujud atas kerja sama antara Pondok Pesantren Assirojiyyah dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI PCNU) Sampang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....