Dinkes KB Sampang Targetkan Capaian CKG Terpenuhi dalam Dua Bulan

  • 03 Jul 2026 13:03 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang menargetkan peningkatan dan pemenuhan capaian Cakupan Kesehatan Generasi (CKG) pada usia sekolah dapat terpenuhi dalam kurun waktu dua bulan ke depan. Langkah strategis untuk menggenjot program tersebut ditegaskan dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Capaian target usia sekolah yang berlangsung di Aula Bappelitbangda Sampang, Kamis siang 2 Juli 2026.

Kegiatan Monev ini dihadiri langsung oleh jajaran Dinkes KB Sampang, perwakilan Kepala Bappelitbangda, seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Sampang beserta nakes puskesmas, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kemenag Sampang. Melalui sinergi ini, pembersihan data invalid diharapkan berjalan cepat sehingga target CKG Sampang dapat segera terpenuhi.

Target akselerasi dua bulan ini diambil merespons realisasi program CKG di Kabupaten Sampang yang dinilai belum maksimal. Berdasarkan data terbaru, posisi Sampang saat ini masih tertahan di peringkat ke-12 se-Jawa Timur.

Menanggapi capaian tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Agus Mulyadi menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Sampang untuk bergerak cepat melakukan penetrasi program CKG ke berbagai lembaga pendidikan di wilayah kerja masing-masing.

“Pemeriksanaan Kesehatan Gratis adalah program prioritas nasional, karena capaian di Sampang belum maksimal kita evaluasi dan mencari tahu kendalanya di mana agar segera menemukan solusi dan bisa segera dicapai targetnya,” tutur Agus Mulyadi.

Akselerasi petugas kesehatan di lapangan masih membentur kendala klasik berupa maraknya persoalan data invalid pada siswa usia sekolah. Masalah ketidaksesuaian data identitas ini paling banyak ditemukan pada lembaga sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Akibatnya, proses pencatatan dan pemenuhan target CKG menjadi terhambat.

Untuk mengurai benang kusut administrasi tersebut, disepakati penyederhanaan mekanisme melalui validasi data secara kolektif. Data siswa yang bermasalah tidak lagi diurus secara perorangan oleh petugas Puskesmas, melainkan dikumpulkan secara kolektif untuk mendapatkan validasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang.

Selain itu, para petugas Puskesmas juga menemukan kendala dalam data pada siswa Madrasah dan Tsanawiyah. Data yang tersedia tidak akurat dan seringkali menemukan data yang tumpang tindih sehingga membuat input data pada program CKG terkendala.

“Selain solusi validasi digital secara kolektif juga didapatkan solusi terkait data siswa yang berada pada lembaga pendidikan di bawah Kemenag, bidang Pendidikan Masdrasah Kemenag Sampang juga mendukung data siswa MIN dan MTs,” tambahnya.

Dengan dukungan penyelesaian data invalid ini diharapkan kinerja peningkatan CKG usia sekolah dapat berjalan efektif. Dengan demikian semua target capaian dapat terpenuhi hingga bulan Agustus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....