Terkendala Kesiapan Orang Tua Melepas Anak, Jenjang SD SR Sampang Minim Peminat
- 29 Jun 2026 05:36 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang – Hingga menjelang pleno penetapan siswa Sekolah Rakayat (SR) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sampang saat ini masih minim peminat. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai tantangan dan kendala psikologis yang dihadapi masyarakat di lapangan. Sekretaris Dinas Sosial dan PPPA Kabupaten Sampang, Muhammad Nasrun, mengungkapkan bahwa jenjang SD di wilayahnya memang masih kekurangan calon siswa dari usia di bawah 12 tahun.
"Menyekolahkan anak usia SD di Sekolah Rakyat ini memang memiliki tantangan tersendiri, terutama karena orang tua masih merasa berat untuk melepas anak-anak mereka yang masih di usia SD untuk bersekolah di luar lingkungan rumah." Tutur Nasrun, Senin 29 Juni 2026.
Untuk menyiasati hal tersebut diterapkan boarding school atau pengasuhan terintegrasi. Salah satu trik yang digunakan adalah dengan menjangkau anak usia SMP terlebih dahulu. Jika dalam satu keluarga terdapat anak usia SMP dan SD, maka mereka akan diajak bersama-sama untuk masuk ke SR, sehingga keberadaan sang kakak dapat memberikan rasa aman bagi orang tua.
Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos wilayah Sampang, Rohman Rohim, menambahkan bahwa selain masalah emosional orang tua, kendala terbesar yang dihadapi adalah faktor pola pikir (mindset) masyarakat. Banyak orang tua di daerah pelosok yang memasrahkan sepenuhnya keputusan bersekolah kepada anak.
"Kondisi real di lapangan menunjukkan kendala mindset ini masih sangat kuat. Kami menemukan banyak kasus anak putus sekolah bahkan sejak kelas 2 SD karena kurangnya motivasi atau akibat mengalami perundungan (bullying) di lingkungan sekolah asalnya, orang tua menyerahkan keputusan pada anak apakah mau kembali ke sekolah atau tidak," jelas Rohman Rohim.
Ia mencontohkan salah satu keluarga dampingannya yang memiliki tujuh anak, di mana hampir seluruh anaknya putus sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan dasar akibat minimnya kontrol orang tua dan rentan terhadap masalah sosial.
Hingga saat ini, data menunjukkan baru ada sekitar 31 siswa SD yang berkas pendaftarannya dinyatakan lengkap dan positif siap mengikuti program Sekolah Rakyat di Sampang. Secara keseluruhan, terdapat total 51 anak yang terdata, namun 17 di antaranya masih dalam proses melengkapi dokumen administratif.
Pihak Dinsos dan pendamping PKH menegaskan akan terus melakukan pendekatan persuasif dan memberikan motivasi kepada keluarga-keluarga di desil 1 dan desil 2 (kategori kemiskinan ekstrem) agar anak-anak yang putus sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan melalui program SR ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....