Bangkalan Genjot Budidaya Lele demi Pasok Program Makan Bergizi Gratis

  • 05 Jun 2026 06:23 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan - Pemerintah Kabupaten Bangkalan tengah serius membenahi sektor perikanannya. Dalam lini perikanan budidaya, komoditas ikan lele kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Langkah ini diambil secara strategis guna menangkap peluang besar dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan pangan berkualitas dalam jumlah masif.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan, CHK Karyadinata, mengungkapkan saat ini pihaknya berkonsentrasi memulihkan sektor perikanan dengan fokus pembibitan dan budidaya lele untuk memenuhi pasar program MBG.

"Selain sektor perikanan tangkap, kami juga mengembangkan budidaya ikan dengan fokus pada lele, sesuai dengan kebutuhan pasar terutama program MBG, kami sampai kewalahan memenuhi permintaannya," ucapnya, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut Karyadinata, para pembudidaya lokal sebenarnya sudah sangat memahami tata cara budidaya yang baik serta manajemen penggunaan pakan pabrikan. Namun, tantangan terbesar yang menjadi batu sandungan saat ini adalah krisis ketersediaan bibit.

“Untuk mengejar target produksi lele siap konsumsi sebesar 10 ton per hari, Kabupaten Bangkalan membutuhkan pasokan bibit sedikitnya 4 juta ekor per bulan atau mencapai 48 juta ekor per tahun. Saat ini, kapasitas produksi pembenihan lokal masih tergolong minim,” katanya.

Guna mengatasi masalah kelangkaan bibit dan memutus ketergantungan pasokan dari luar daerah, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Bangkalan meluncurkan sejumlah langkah taktis memacu kapasitas unit pembenihan yang saat ini berada di angka 500 ribu ekor per bulan agar segera meningkat menuju target 1 juta ekor per bulan. Dengan demikian Bangkalan tidak lagi mengalami kesulitan bibit lele.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....