Bangkalan Genjot Perikanan Tangkap dan Budidaya Targetkan Tumbuh 10 Persen
- 05 Jun 2026 06:13 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan - Pemerintah Kabupaten Bangkalan menetapkan target tinggi untuk pertumbuhan sektor pertanian pada tahun 2026. Setelah subsektor tanaman pangan sukses mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025, kini fokus utama dialihkan untuk membenahi dan mendongkrak subsektor perikanan. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan, CHK Karyadinata, mengungkapkan bahwa dari tiga subsektor terbesar penyumbang pertanian di Bangkalan, perikanan menjadi satu-satunya sektor yang masih rapor merah.
"Peternakan dan tanaman pangan urusannya sudah selesai karena sudah tumbuh 5.5 persen pada tahun 2025. Yang masih menjadi masalah adalah di sektor perikanan yang saat ini masih minus 1 persen. Oleh karena itu, fokus kita ke depan di tahun 2026 adalah menargetkan sektor pertanian secara keseluruhan bisa tumbuh hingga 8 sampai 10 persen, di mana topangan utamanya harus datang dari kebangkitan sektor perikanan," tutur Karyadinata pada program Indonesia Cerdas RRI Sampang, Rabu 3 Juni 2026.
Meski masih minus, performa sektor perikanan Bangkalan sebenarnya menunjukkan tren pemulihan yang sangat positif jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2024 sektor perikanan anjlok di angka minus 33%, terdapat peningkatan tahun 2025 berhasil ditingkatnya menjadi hanya minus 1%.
Karyadinata optimistis target pertumbuhan positif sebesar 5 persen untuk perikanan pada tahun 2026 sangat realistis untuk dicapai. Terlebih, Kabupaten Bangkalan memiliki potensi geografis yang sangat besar. Dari total 18 kecamatan yang ada di Bangkalan, sebanyak 10 kecamatan di antaranya berbatasan langsung dengan laut.
"Potensinya sangat jelas. Selama ini kita memang agak tertinggal di urusan perikanan budidaya. Maka dari itu, ke depan ada dua potensi besar yang akan kita genjot bersamaan, yaitu perikanan tangkap dan perikanan budidaya," katanya.
Dalam urusan perikanan budidaya, Pemerintah Kabupaten Bangkalan memilih untuk memberikan perhatian khusus pada komoditas ikan lele untuk perikanan budidaya. Langkah strategis ini diambil untuk merespons tingginya permintaan pasar, salah satunya untuk menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....