Sekolah Rakyat Sampang Sasar Anak Tidak Sekolah dan Putus Sekolah
- 14 Mei 2026 06:53 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) tengah melakukan proses penjangkauan siswa Sekolah Rakyat Jatim 1 Kabupaten Sampang.
Kepala Dinas Sosial PPPA melalui Sekretaris Muhammad Nasrun menyampaikan proses tengah berlangsung sejak April.
“Terdapat beberapa tahapan persiapan siswa SR Jatim 1 Kab. Sampang, yaitu sosialisasi sejak April, kemudian mulai minggu pertama Mei kami mulai melakukan penjangkauan dengan verifikasi data lapangan DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) yang kami terima dari pusat sekaligus asesmen calon siswa,” jelas Nasrun pada program Sampang Menyapa RRI pada Rabu, 13 Mei 2026.
Berdasarkan data awal (pre-list) yang diterima tercatat sekitar 97.000 calon siswa yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 atau miskin dan miskin ekstrem pada usia 7 hingga 21 tahun.
Untuk memastikan akurasi data dan menghindari tumpang tindih dengan sekolah umum di bawah naungan Kemendikbud maupun Kemenag, Dinsos melakukan sinkronisasi data dengan sistem Dapodik dan EMIS.
Program ini dikhususkan bagi anak-anak yang murni tidak sekolah atau telah putus sekolah.
“Data yang sudah disinkronkan ini akan memisahkan data pre-list anak yang sudah bersekolah dengan yang putus sekolah dan tidak sekolah. Dengan data yang sudah tersaring, akan lebih mudahkan petugas pendamping sosial yang turun langsung door to door di lapangan lebih mudah menjangkau sasaran, yaitu anak tidak sekolah dan putus sekolah dari golongan miskin dan miskin ekstrem,” ucapnya, menambahkan.
Melalui sinkronisasi data dan aksi nyata di lapangan, program Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang merata bagi anak-anak di Kabupaten Sampang. Dengan target penyelesaian seluruh tahapan rekrutmen hingga registrasi ulang pada Juli mendatang, Dinsos PPPA optimis dapat menekan angka anak tidak sekolah secara signifikan.
Upaya kolaboratif ini menjadi langkah krusial dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan yang tepat sasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....