Edukasi Gizi MBG, Hotdog Home Made Jadi Strategi Biasakan Anak Makan Sayur
- 24 Apr 2026 16:59 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya fokus pada pemenuhan kalori, tetapi juga menjadi sarana edukasi gizi bagi siswa. Seperti yang dilakukan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Dalpenang, yang secara kreatif menyajikan menu hotdog home made untuk menarik minat anak mengonsumsi sayuran segar.
Menu yang disajikan Jumat 24 April 2026 terdiri dari roti bertabur wijen sebagai sumber karbohidrat dan mineral, diisi dengan olesan ayam cincang gurih, serta paduan tiga jenis sayur segar: tomat merah, timun putih, dan selada hijau. Sebagai pelengkap nutrisi, sajian ini juga didampingi oleh buah kelengkeng segar.
Kepala SPPG Dalpenang, Atoullah, menjelaskan bahwa pemilihan menu harian dilakukan dengan pertimbangan estetika dan cita rasa agar anak-anak bersemangat menghabiskan porsi makannya, terutama bagian sayuran yang sering kali dihindari.
“Sebagian dari fungsi MBG termasuk membiasakan anak makan sayur untuk mendapatkan gizi seimbang. Tampilan menarik berpadu cita rasa kami harap membuat anak semangat. Ini adalah bagian dari edukasi gizi mengenai pentingnya vitamin, mineral, dan serat untuk tumbuh kembang serta daya tahan tubuh anak,” ujar Atoullah,
Strategi visual ini terbukti efektif. Devi, mitra SPPG Dalpenang, mengungkapkan bahwa pemilihan jenis menu sangat menentukan apakah sayuran akan dihabiskan oleh siswa atau tidak. Menurutnya, menu-menu populer seperti ayam geprek dan hotdog membuat tingkat konsumsi sayur meningkat drastis.
“Makan sayur itu perlu pembiasaan. Dengan menu hotdog home made ini, anak-anak lebih semangat dan biasanya makan sampai habis tidak bersisa,” kata Devi.
Meski demikian, Devi mencatat adanya perbedaan preferensi berdasarkan jenjang usia. Siswa tingkat TK cenderung lebih menyukai timun dan wortel, sementara sayur selada lebih banyak dihabiskan oleh siswa di tingkat SD dan SMP.
“Untuk kelas kecil di TK terkadang masih ada sedikit sisa, tapi mayoritas mereka sudah mulai suka makan ketimun. Namun, kami tetap memberikan kombinasi lengkap, termasuk selada, kepada semua jenjang untuk pembiasaan sejak dini,” tambahnya.
Dengan pembiasaan makan sayur ini diharapkan asupan gizi seimbang menjadi optimal, baik kebutuhan kalori, protein, lemak sehat, mineral dan serat. Dengan demikian tumbuh kembang anak optimal, anak lebih sehat dalam beraktifitas dan meningkatkan konsentrasi belajar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....