BPBD Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Pesantren Sampang
- 20 Apr 2026 12:55 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Sampang menggelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana di Lingkungan Pesantren Kegiatan berlangsung di Rumah Kalimantan Pondok Pesantren Assirojiyah Sampang, Senin 20 April 2026 Edukasi diikuti oleh 100 orang Santri Tangguh Bencana dengan edukasi melalui unit Mobil Edukasi Bencana (Mosipena).
Ketua Tim Kesiapsiagaan Provinsi Jawa Timur, Trisat Wahyu Defianto mengatakan bahwa minimnya pengetahuan tentang mitigasi dapat berakibat fatal. Meskipun wilayah Sampang relatif minim bencana, namun bekal pengetahuan ini sangat krusial bagi para santri.
"Kami melakukan sosialisasi kesiapsiagaan bencana di tiap kabupaten menyasar siswa dan santri Jawa Timur, ketangguhan ini bisa digunakan kapan saja dan di mana saja di seluruh wilayah Indonesia bagi para santri nantinya," ujarnya.
Mengingat Jawa Timur memiliki potensi bencana yang beragam seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, tanah longsor, hingga likuifaksi, para siswa dan santri dibekali dengan berbagai keterampilan praktis yang diperlukan. Tim kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur mengenalkan SOP masing-masing jenis bencana, pertolongan kegawatdaruratan. simulasi evakuasi yang aman dan terarah serta teknik pemadaman kebakaran dasar.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Assirojiyah Sampang, Kiai Haji Itqan Busiri menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai bekal kesiapsiagaan ini merupakan salah satu hal berharga bagi santri saat mereka lulus nanti.
"Kami menyambut positif kegiatan ini, di Ponpes Assirojiyah sudah terbentuk tim Santri Tangguh Bencana (Sanggup) jadi pelatihan ini menguatkan tim, pada akhirnya, ketika santri boyong (pulang) ke rumah masing-masing, mereka sudah memiliki bekal kesiagaan bencana di mana pun mereka berada nantinya," ucapnya.
Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketangguhan satuan pendidikan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, sehingga risiko dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....