Masyarakat Terdampak Banjir Gorontalo Diminta Mengungsi
- 11 Jul 2024 23:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Gorontalo: Kepala BPBD Kota Gorontalo Mahmud Baderan mengimbau seluruh warga di lokasi-lokasi terdampak banjir, agar segera mengungsi ke tempat aman. Warga diingatkan agar tidak berdiam diri di dalam rumah guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami mengimbau masyarakat yang terdampak agar dapat mengungsi ke tempat aman. Atau di tempat pengungsian yang telah disiapkan maupun dapat mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak," katanya di Gorontalo, Kamis (11/7/2024).
Diketahui, banjir di Kota Gorontalo menggenangi enam kecamatan dari sembilan kecamatan yang ada sejak Rabu (10/7/2024) kemarin. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Dumbo Raya dan Kota Barat dengan ketinggian air di atas 50 sentimeter.
"Beberapa wilayah juga telah terdampak banjir seperti di Kelurahan Bugis, Leato, dan Kota Barat itu ada di Lekobalo. Juga Kelurahan Tenilo, Moodu, dan Botu," kata Mahmud.
Pemkot Gorontalo juga telah menyiapkan tempat-tempat pengungsian yaitu di Kantor Wali Kota, aula Rumah Dinas Wali Kota, auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Ada juga SMK Negeri 1 dan SMK 3 Kota Gorontalo, SDN 38 dan 341 Kota Gorontalo, serta Gedung Nasional Kota Gorontalo.
Ia mengatakan, banjir di Kota Gorontalo terjadi karena curah hujan tinggi sejak 23 Juni 2024 lalu. Kemudian banjir lagi pada 27 Juni, hingga berulang pada 3 dan 4 Juli.
"Kemarin pada tanggal 8, 9 dan 10 dan hingga kini banjir masih melanda. Bahkan meluas menggenangi hampir seluruh wilayah Kota Gorontalo," katanya.
Ia menyebut, banjir terparah menggenangi wilayah Kecamatan Dumbo Raya dan Kota Barat. Adapun ketinggian air mencapai di atas 50 sentimeter.
Menurutnya, banjir disebabkan curah hujan tinggi yang memicu meluapnya Sungai Bone dan Bolango. Ditambah lagi aliran sungai dari Danau Limboto.
"Seluruhnya bertemu di Kota Gorontalo. Sehingga berdampak terjadinya banjir," kata Mahmud.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....