BNPB: Banjir di Kota Padang Berangsur Surut

  • 05 Agt 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, mulai berangsur surut
  • Warga yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa material lumpur
  • Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kondisi di sejumlah wilayah terdampak terus menunjukkan perbaikan

RRI.CO.ID, Padang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, mulai berangsur surut. Warga yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa material lumpur.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kondisi di sejumlah wilayah terdampak terus menunjukkan perbaikan. "Berdasarkan pembaruan kondisi, banjir di sejumlah wilayah terdampak sudah berangsur surut," kata Abdul, Rabu, 5 Agustus 2026.

Abdul menjelaskan banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8) siang hingga sore. Tingginya curah hujan menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter.

Lima kecamatan terdampak banjir meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo. Sejak banjir terjadi, petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga dan melakukan pendataan dampak bencana.

Menurut Abdul, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 360-195-2026 yang berlaku hingga 18 September 2026. Status tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mempercepat proses pemulihan serta perbaikan infrastruktur di wilayah terdampak.

BNPB mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. "Warga diharapkan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, menghindari aktivitas di kawasan rawan banjir saat hujan lebat, serta segera melaporkan kondisi kedaruratan kepada petugas apabila terjadi potensi ancaman bencana demi keselamatan bersama," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....