Enam Kecamatan Gorontalo Terendam Banjir
- 11 Jul 2024 17:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Gorontalo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo mencatat sebanyak enam kecamatan terganang bajir. Bencana banjir di wilayah Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, terjadi sejak Rabu (10/7/2024) kemarin.
"Banjir yang terjadi sejak Rabu (10/7) kemarin, semakin meluas. Total dari sembilan kecamatan, banjir telah menggenangi enam kecamatan di wilayah Kota Gorontalo," kata Kepala BPBD Kota Gorontalo, Mahmud Baderan di Gorontalo, Kamis (11/7/2024).
Ia mengatakan, banjir di Kota Gorontalo terjadi karena curah hujan tinggi sejak 23 Juni 2024 lalu. Kemudian banjir lagi pada 27 Juni, hingga berulang pada 3 dan 4 Juli.
"Kemarin pada tanggal 8, 9 dan 10 dan hingga kini banjir masih melanda. Bahkan meluas menggenangi hampir seluruh wilayah Kota Gorontalo," katanya.
Ia menyebut, banjir terparah menggenangi wilayah Kecamatan Dumbo Raya dan Kota Barat. Adapun ketinggian air mencapai di atas 50 sentimeter.
Menurutnya, banjir disebabkan curah hujan tinggi yang memicu meluapnya Sungai Bone dan Bolango. Ditambah lagi aliran sungai dari Danau Limboto.
"Seluruhnya bertemu di Kota Gorontalo. Sehingga berdampak terjadinya banjir," kata Mahmud.
Pemkot Gorontalo telah menyiapkan tempat-tempat pengungsian yaitu di Kantor Wali Kota, aula Rumah Dinas Wali Kota, auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Ada juga SMK Negeri 1 dan SMK 3 Kota Gorontalo, SDN 38 dan 341 Kota Gorontalo, serta Gedung Nasional Kota Gorontalo.
"Kami mengimbau masyarakat yang terdampak agar dapat mengungsi ke tempat aman. Atau di tempat pengungsian yang telah disiapkan maupun dapat mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak," katanya.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun dikerahkan untuk bekerja sama membangun dapur umum. Serta menyiapkan makanan siap saji bagi warga terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....