Kementerian PU Pulihkan Akses Trans Sulawesi Pascabanjir Parigi Moutong
- 02 Sep 2026 11:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pekerjaan Umum berhasil memulihkan akses Trans Sulawesi yang terputus akibat banjir dan longsor di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 27 Agustus 2026.
- Penanganan dilakukan pada enam titik terdampak termasuk Jembatan Peningka untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses ke infrastruktur dan layanan dasar.
- Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur dan kecepatan respons dalam penanganan bencana di berbagai daerah.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian PU memulihkan akses Trans Sulawesi setelah banjir dan longsor melanda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis, 27 Agustus 2026. Penanganan dilakukan pada enam titik terdampak dan Jembatan Peningka yang sebelumnya menyebabkan akses masyarakat terputus.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya penting mendukung penanganan bencana di berbagai daerah. Menurutnya, kecepatan respons diperlukan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap infrastruktur dan layanan dasar di tengah kondisi pascabencana.
“Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan, yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026.
Sebelumnya, banjir dan longsor ini dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Parigi Moutong sejak beberapa hari sebelumnya. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman serta akses jalan masyarakat.
Sebagai informasi, pada Ruas Sinei–Ampibabo, Kecamatan Kasimbar, banjir dan longsor terjadi pada enam titik terdampak. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah melakukan penanganan hingga seluruh titik kembali dapat dilewati pada 28 Agustus 2026.
Pemulihan akses juga dilakukan pada Jembatan Peningka yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Kementerian PU telah memasang Jembatan Bailey tipe double panel sepanjang 15 meter pada 29 Agustus 2026 lalu.
Pemasangan tersebut dilanjutkan dengan pemasangan lantai jembatan dan penimbunan oprit hingga seluruh pekerjaan selesai. Jembatan Peningka kini telah kembali fungsional, sehingga lalu lintas masyarakat dapat berjalan normal.
Selain memulihkan akses jalan, Kementerian PU juga melakukan normalisasi Sungai Donggulu dan Sungai Suranga di Kecamatan Kasimbar. Penanganan dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu menggunakan excavator untuk meningkatkan kapasitas aliran dan mengurangi potensi genangan.
Normalisasi juga dilakukan pada wilayah Desa Labuan Donggulu, Laemanta, Laemanta Utara, dan Peningka. Kedua sungai tersebut merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Donggulu dan Suranga dalam Wilayah Sungai Parigi–Poso kewenangan pemerintah pusat.
Selain itu, Kementerian PU juga menyalurkan 16.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Desa Avolua. Bantuan diberikan setelah jaringan pipa PAMSIMAS mengalami kerusakan sehingga layanan air belum kembali normal.
Tim Tanggap Darurat Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tengah mengirimkan dua Mobil Tangki Air (MTA). Bantuan tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.
Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah dan BPBD Kabupaten Parigi Moutong. Saat ini, pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menetapkan status tanggap darurat mulai 29 Agustus hingga 11 September 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....