Banjir Rendam Permukiman di Parigi Moutong, KemenPU Siagakan Alat Berat
- 28 Agt 2026 21:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemen PU bergerak cepat menangani banjir yang melanda Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
- Penanganan dilakukan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu dengan menyiagakan sejumlah peralatan untuk mendukung pemulihan infrastruktur terdampak.
- Bencana tersebut berdampak pada sejumlah kawasan permukiman. Di Dusun 2, sebanyak 28 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa terdampak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani banjir yang melanda Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Penanganan dilakukan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu dengan menyiagakan sejumlah peralatan untuk mendukung pemulihan infrastruktur terdampak.
Demikian disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026. Ia mengatakan kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah.
"Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat," ujarnya.
Diketahui, anjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi meningkatkan debit Sungai Morongi hingga meluap dan menggenangi akses jalan serta permukiman warga. Berdasarkan data Pos Curah Hujan Toboli, curah hujan tercatat mencapai 96,9 milimeter per hari pada 25 Agustus 2026.
Bencana tersebut berdampak pada sejumlah kawasan permukiman. Di Dusun 2, sebanyak 28 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa terdampak.
Sementara itu, di kawasan Perumahan Nelayan terdapat 40 kepala keluarga yang turut terdampak banjir. Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan 55 unit bangunan terendam dan 12 unit bangunan mengalami kerusakan.
Pagar pabrik durian dilaporkan turut rusak, sedangkan ruas Jalan Trans Sulawesi tertimbun material kayu dan lumpur sepanjang sekitar 500 meter.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BWS Sulawesi III Palu berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC), Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sulawesi Tengah, serta pemerintah desa setempat. Untuk mempercepat penanganan, BWS Sulawesi III Palu menyiagakan excavator, trailer, pompa, dan bahan banjiran yang siap digunakan sesuai kebutuhan di lapangan.
Tim Satgas Bencana BWS Sulawesi III Palu juga telah menuju lokasi untuk melakukan pendataan terhadap infrastruktur yang terdampak sekaligus mendukung langkah penanganan. Di sisi lain, BPBPK Sulawesi Tengah akan mengirimkan dua Mobil Tangki Air (MTA) pada Jumat untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di lokasi terdampak bencana.
Saat ini, banjir telah surut. Meski demikian, Kementerian PU bersama pemerintah daerah dan instansi terkait masih memantau kondisi Sungai Morongi dan infrastruktur terdampak serta menyiapkan penanganan lanjutan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan akses masyarakat kembali normal dan fungsi infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan.
Kementerian PU juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Morongi dan wilayah rawan banjir agar tetap waspada terhadap potensi hujan berintensitas tinggi. Masyarakat diminta mengikuti informasi serta arahan pemerintah daerah dan petugas di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....