Bukan Sekadar Santunan, Al Qohhar Dampingi Masa Depan Anak Yatim
- 07 Okt 2026 00:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Yayasan Al Qohhar menggelar pertemuan rutin dan santunan bagi anak yatim dan yatim piatu di Masjid Al Qohhar, Sawangan, Depok.
- Yayasan saat ini mendampingi lebih dari 1.200 anak yatim dan yatim piatu dengan bantuan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing.
- Pendampingan mencakup pendidikan, kesehatan, kebutuhan sekolah, kebutuhan sehari-hari, serta pengembangan keterampilan.
RRI.CO.ID, Depok - Yayasan Al Qohhar menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar memberikan santunan. Namun, yang terpenting mendampingi anak yatim dan yatim piatu dalam pendidikan, kesehatan hingga pengembangan keterampilan.
Komitmen tersebut disampaikan pada pertemuan rutin bulanan Yayasan Al Qohhar yang digelar di Masjid Al Qohhar, Sawangan, Depok, Minggu, 4 Oktober 2026. Kegiatan diisi dengan tausiah, silaturahmi dan pemberian santunan kepada anak-anak binaan.
Ketua Yayasan Al Qohhar, Kartono Warigogung, mengatakan saat ini yayasan mendampingi lebih dari 1.200 anak yatim dan yatim piatu. Bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan masing-masing anak, termasuk pendidikan, perlengkapan sekolah dan kebutuhan sehari-hari.
"Dari awal amanatnya memang untuk mengurus anak yatim dan yatim piatu. Jadi bukan hanya soal memberikan santunan. Anak-anak ini punya banyak kebutuhan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, semuanya harus diperhatikan," ujar Kartono.
Di bidang kesehatan, yayasan menyediakan layanan dokter umum dan dokter gigi. Selain itu, ada pulu kunjungan tenaga medis dan psikolog, serta akses ke rumah sakit spesialis bagi anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sejumlah anak binaan juga mendapat pendampingan untuk menangani penyakit serius. Di antaranya, gangguan penglihatan, kanker darah, jantung bocor, spina bifida dan retinal detachment.
Untuk mendukung pendidikan dan keterampilan, anak-anak binaan dapat mengikuti les Bahasa Inggris, jujutsu, renang serta berbagai kegiatan pengembangan diri. Yayasan juga menjalin kerja sama dengan Universitas Binawan dan lembaga pelatihan kerja di Lampung.
Kartono menjelaskan bahwa dukungan tersebut diarahkan agar anak-anak memiliki kesempatan mengembangkan potensi dan mempersiapkan kemandirian.
Merasakan Perhatian
Bagi anak binaan, dukungan yang diberikan yayasan turut membantu mereka menjalani pendidikan dan kebutuhan sehari-hari. Anaya Syakira Abimanyu, 12 tahun, siswi SMP Dharma Karya UT Pamulang, telah menjadi anak binaan sejak 2024.
Ia mengaku bersyukur mendapat perhatian dari Yayasan Al Qohhar. "Saya sangat bersyukur menjadi anak asuh di bawah Yayasan Al Qohhar, Ayah Robert sangat baik dan benar-benar menjadi sosok ayah bagi kami," kata Anaya.
Selain santunan, Anaya mendapat fasilitas pendukung pendidikan seperti laptop, telepon seluler, dan les Bahasa Inggris. Anak binaan lainnya, Zahra, 16 tahun, juga memperoleh bantuan untuk menunjang kebutuhan sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Sementara, Mitsuhana Kazuko Minakoshi, siswi SMA Alhasra, mendapatkan santunan dan bantuan kebutuhan pendidikan. Menurutnya, pertemuan rutin bulanan juga memberikan dorongan secara spiritual melalui tausiah dan kebersamaan dengan anak-anak binaan lainnya.
Berawal dari Majelis Ta’lim
Yayasan Al Qohhar secara resmi berdiri pada 9 Juli 2003. Keberadaannya berawal dari sebuah majelis ta’lim dan amanat guru Haji Robert untuk memperhatikan anak yatim, yatim piatu serta para lansia.
Selama 23 tahun, program yayasan berkembang mencakup bidang sosial, pendidikan, kesehatan dan keagamaan. Perhatian kepada lansia juga dilakukan melalui pemberian sembako secara rutin.
Pembina Yayasan Al Qohhar, Haji Robert, dalam pertemuan tersebut berpesan kepada anak-anak agar senantiasa berdzikir dan bersyukur kepada Allah SWT.
Bagi yayasan, pembinaan anak diarahkan untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan mereka. Sekaligus, membuka kesempatan agar anak-anak dapat berkembang dan menatap masa depan dengan lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....