Pemkab Bojonegoro Raih Peringkat Kedua Jamsostek Award Jawa Timur 2026

  • 17 Sep 2026 19:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemkab Bojonegoro meraih peringkat kedua dalam Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) Award Jawa Timur 2026 kategori pemerintah kabupaten/kota.
  • Jamsostek Award 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan (UCJ), terutama bagi pekerja sektor informal atau bukan penerima upah (BPU).
  • Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono mengapresiasi komitmen Pemkab Bojonegoro yang dinilai telah berkontribusi dalam memperluas perlindungan bagi masyarakat pekerja.

RRI.CO.ID, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meraih peringkat kedua dalam Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) Award Jawa Timur 2026 kategori pemerintah kabupaten/kota. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian periode 2025 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemkab Bojonegoro dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja.

Penghargaan diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Timur Adhy Karyono kepada Bupati Bojonegoro Setyo Wahono di Ballroom Vasa Hotel, Surabaya. Bupati Setyo Wahono hadir didampingi Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono serta perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro.

Dalam kategori pemerintah kabupaten/kota, Kabupaten Sidoarjo menempati peringkat pertama. Bojonegoro berada di posisi kedua, sementara Kabupaten Mojokerto di peringkat ketiga.

Jamsostek Award 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan (UCJ), terutama bagi pekerja sektor informal atau bukan penerima upah (BPU).

Program tersebut memberikan perlindungan melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan iuran yang terjangkau.

Sekda Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi pekerja dan keluarganya dari dampak risiko pekerjaan.

Menurutnya, kecelakaan kerja maupun risiko lainnya jangan sampai berkembang menjadi persoalan sosial ekonomi yang berujung pada kemiskinan keluarga pekerja.

Berdasarkan paparan dalam kegiatan tersebut, cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Jawa Timur saat ini baru mencapai sekitar 26,8 persen atau 5,6 juta pekerja dari potensi sekitar 21 juta tenaga kerja. Masih rendahnya cakupan tersebut menunjukkan perlunya perluasan perlindungan, terutama bagi pekerja informal seperti pelaku UMKM, pekerja konstruksi, hingga petani.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono mengapresiasi komitmen Pemkab Bojonegoro yang dinilai telah berkontribusi dalam memperluas perlindungan bagi masyarakat pekerja.

"Ini menunjukkan Pemkab Bojonegoro hadir di tengah-tengah masyarakat pekerja. Melindungi mereka agar nyaman saat bekerja dan meminimalisir risiko tidak diinginkan," kata Denny.

Ia berharap penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi pencapaian, tetapi juga menjadi penyemangat untuk meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Bojonegoro. "Dengan demikian, para pekerja dapat mencari nafkah dengan aman, dan keluarga pun memiliki jaminan masa depan yang pasti," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....