Malang Waspadai Pasokan Pangan, NTT Pastikan Stok Beras Aman

  • 06 Okt 2026 21:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah daerah memperkuat pemantauan stok dan harga pangan menjelang akhir tahun untuk menjaga ketersediaan pasokan.
  • Beberapa komoditas pangan di Kota Malang seperti beras dan daging sapi mulai masuk kondisi waspada karena pasokannya berkurang.
  • Kondisi ketersediaan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih relatif aman dan tidak menunjukkan tanda-tanda kritis.

RRI.CO.ID, Jakarta — Pemerintah daerah memperkuat pemantauan stok dan harga pangan menjelang akhir tahun. Sejumlah komoditas di Malang mulai diwaspadai, sementara kondisi pangan di NTT masih relatif aman.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Dr. Elfiatur Roikhah, mengatakan ketersediaan pangan masih cukup. Namun, beras dan daging sapi mulai masuk kondisi waspada karena pasokannya berkurang.

"Untuk komoditi, kalau dari segi ketersediaan kami masih cukup ya. Walaupun di beberapa komoditi misalnya untuk beras dan daging sapi itu kondisinya juga waspada," ujar Elfiatur kepada PRO 3 RRI, Selasa, 6 Oktober 2026.

Elfiatur menjelaskan pasokan beras Malang bergantung pada sejumlah daerah penyangga. Wilayah tersebut antara lain Banyuwangi, Kediri, Nganjuk, dan Jombang.

Menurut Elfiatur, beberapa daerah penyangga mengalami gagal panen sehingga pasokan beras ke Kota Malang menurun. Kondisi serupa juga terjadi pada daging sapi karena populasi sapi di Jawa Timur mengalami penurunan.

Elfiatur mengatakan pemerintah juga mulai mewaspadai kenaikan harga cabai rawit pada Oktober. Musim hujan di sejumlah wilayah pemasok dinilai dapat memengaruhi hasil panen dan ketersediaan komoditas.

Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Christiany Ivonny Beda menyebut kondisi pangan masih aman. Pemantauan stok dan harga dilakukan secara rutin untuk memproyeksikan ketahanan pangan setiap komoditas.

"Kalau kondisi ketahanan pangan di NTT, selama ini setelah kita coba melakukan pemantauan stok dan harga, tingkat ketahanan pangan itu aman. Untuk hampir semua komoditas, posisi ketahanan stoknya di atas dua sampai tiga bulan," kata Ivonny.

Ivonny mengatakan stok beras di NTT diproyeksikan tetap tersedia hingga Januari mendatang. Namun, beras premium di Manggarai dan Manggarai Barat menjadi perhatian karena tingginya aktivitas pariwisata.

Selain beras, NTT juga memantau bawang putih yang masih bergantung pada pasokan impor. Harga bawang putih sempat meningkat di beberapa wilayah, tetapi kembali menurun dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Ivonny, kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak pulau menjadi tantangan dalam distribusi pangan. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Bulog, distributor, dan pemerintah kabupaten untuk menjaga kelancaran pasokan.

Kedua daerah memiliki mekanisme pemantauan pangan melalui enumerator yang memantau harga dan ketersediaan secara rutin. Data tersebut kemudian digunakan untuk menyusun proyeksi neraca pangan dan mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

Elfiatur mengatakan pemantauan juga dilakukan di pasar, distributor, dan ritel modern di Kota Malang. Pemerintah daerah menggunakan sistem pemantauan harga untuk melihat perubahan harga serta ketersediaan komoditas.

Sementara itu, Ivonny mengatakan koordinasi dengan dinas terkait terus dilakukan untuk menjaga distribusi pangan. Langkah tersebut dilakukan agar komoditas dari wilayah surplus dapat segera disalurkan ke daerah yang mengalami kekurangan.

Pemantauan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah mengantisipasi perubahan pasokan dan harga pangan. Dengan begitu, ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat dapat tetap terjaga menjelang akhir tahun. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....