Ibu dan Dua Anak di Pamekasan Harapkan Perlindungan Polisi
- 06 Okt 2026 13:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Pamekasan - Seorang ibu bersama dua anaknya berharap mendapat perlindungan setelah mengalami dugaan ancaman di rumahnya. Peristiwa tersebut dialami Siti Wardatus Sholehah bersama kedua anaknya di Dusun Salatreh, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Tinur.
Siti mengatakan peristiwa bermula ketika seorang pria bernama Hasbullah datang mencari keberadaan suaminya pada Senin siang di rumah. Saat itu, suami Siti tidak berada di rumah sehingga dirinya bersama dua anak berusia delapan dan tiga tahun.
Menurut Siti, kedatangan Hasbullah kemudian membuat situasi berubah dan dirinya mengaku mendapat ancaman menggunakan senjata tajam tersebut langsung. Ia mengatakan ancaman tersebut disampaikan agar dirinya segera memberitahukan keberadaan suaminya yang saat itu tidak berada di rumah.
“Saya diancam menggunakan celurit karena suami saya tidak ada di rumah. Situasi kemudian semakin membuat dirinya khawatir karena terdapat ancaman terhadap keselamatan dirinya bersama keluarganya di rumah," ujar Siti dalam keterangannya pada awak media, Selasa, 6 Oktober 2026.
Ia juga mengaku mendapat ancaman pembunuhan serta rumahnya akan dibakar saat berada bersama kedua anaknya ketika itu berlangsung. Menurut Siti, beberapa orang kemudian datang ke lokasi setelah Hasbullah diduga menghubungi sejumlah pihak melalui komunikasi telepon sebelumnya.
Siti mengatakan setelah kedatangan beberapa orang tersebut, terjadi dugaan penyerangan dan perusakan sejumlah fasilitas miliknya di lokasi tersebut. Selain itu, ia mengaku sejumlah kendaraan dan barang usaha yang berada di gudang turut dibawa dari lokasi tersebut.
Akibat kejadian tersebut, Siti mengaku masih merasa takut dan khawatir terhadap keselamatan dirinya bersama kedua anaknya hingga kini. Ia mengatakan kondisi tersebut juga berdampak kepada kedua anaknya yang mengalami ketakutan setelah menyaksikan kejadian tersebut secara langsung.
Menurut Siti, kedua anaknya bahkan masih takut beraktivitas dan tidak bersedia bersekolah setelah peristiwa tersebut terjadi hingga kini. Siti kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Pamekasan pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB secara resmi.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pengancaman, perusakan, pengeroyokan, serta pengambilan kendaraan dan barang miliknya di lokasi kejadian tersebut. Hingga Selasa, Siti mengaku belum merasa aman dan berharap kepolisian segera memberikan perlindungan kepada dirinya dan anak-anak tersebut.
“Saya sudah melapor, tetapi sampai sekarang masih takut dan belum merasa aman. Kami berharap polisi segera menindaklanjuti laporan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Siti.
Ia juga meminta seluruh rangkaian kejadian diperiksa secara menyeluruh agar dirinya dan kedua anaknya memperoleh kepastian perlindungan hukum. “Saya hanya ingin mendapatkan keadilan dan perlindungan karena masih takut terhadap keselamatan saya dan anak-anak,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....