Laksdya Hersan Masuk Bursa KSAL, Pengamat: Punya Pengalaman Strategis

  • 06 Okt 2026 06:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Laksamana Madya Hersan, Inspektur Jenderal TNI, disebut sebagai kandidat kuat untuk menjadi Kepala Staf Angkatan Laut menggantikan Laksamana Muhammad Ali.
  • Bursa calon KSAL semakin aktif seiring memasuki masa pergantian kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Laut.
  • Informasi mengenai masuknya nama Hersan dalam bursa calon KSAL telah beredar di kalangan internal TNI AL sebelumnya.

RRI.CO.ID, Jakarta — Bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) kembali menjadi perhatian seiring memasuki masa pergantian kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Laut. Salah satu nama yang mencuat adalah Laksamana Madya (Laksdya) TNI Hersan, yang kini menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI.

Hersan disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang dipertimbangkan untuk posisi KSAL menggantikan Laksamana TNI Muhammad Ali yang memasuki masa pensiun. Informasi mengenai masuknya nama Hersan dalam bursa tersebut sebelumnya juga beredar di kalangan internal TNI AL.

Pengamat Politik Adib Miftahul menilai Hersan memiliki kombinasi pengalaman yang cukup lengkap. Menurutnya, Hersan tidak hanya memahami aspek operasi militer, tetapi juga memiliki pengalaman dalam tata kelola organisasi dan dinamika pengambilan keputusan di tingkat negara.

“Dia memahami operasi tempur. Tata kelola organisasi, hingga dinamika pengambilan keputusan di tingkat negara,” kata Adib dalam keterangan persnya, Senin 5 Oktober 2026.

Dosen Fisip ini juga menyebut kenaikan pangkat Hersan menjadi perwira tinggi bintang tiga semakin membuat namanya diperhitungkan dalam dinamika suksesi KSAL. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan mengenai siapa yang akan menjadi KSAL sepenuhnya berada di tangan Presiden.

“Faktor kebutuhan strategis, dinamika geopolitik, serta agenda modernisasi alutsista akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih sosok yang tepat memimpin TNI Angkatan Laut ke depan,” ujarnya. Hersan sendiri bukan sosok baru dalam struktur strategis TNI.

Perwira tinggi lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1994 tersebut pernah menduduki sejumlah jabatan penting, termasuk pengalaman sebagai komandan kapal perang dan penugasan strategis di Mabes TNI. Ia juga pernah dipercaya sebagai ajudan Presiden Joko Widodo.

Pergantian KSAL berlangsung di tengah semakin kompleksnya tantangan keamanan maritim. Selain kemampuan operasi dan komando, pemimpin TNI AL ke depan juga dihadapkan pada agenda modernisasi alutsista, diplomasi pertahanan, serta dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Adib menilai sosok yang dipilih nantinya perlu memiliki kemampuan militer sekaligus kapasitas diplomasi dan visi strategis untuk menghadapi perubahan lingkungan keamanan kawasan. Sejumlah nama lain juga disebut dalam bursa KSAL.

Di antaranya Wagub Lemhannas Laksdya TNI Erwin Aldedarma, Kepala Bakamla Laksdya TNI Irvansyah. Selain itu ada Wakasal Laksdya TNI Edwin, dan Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata.

Dengan demikian, nama Hersan saat ini menjadi salah satu figur yang mendapat perhatian dalam dinamika suksesi KSAL. Namun, hingga adanya keputusan resmi Presiden, posisi tersebut masih berada dalam tahap bursa dan belum dapat dipastikan siapa yang akan ditunjuk sebagai KSAL berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....