DPR Nilai Pengabdian Eks KSAL TNI Achmad Sutjipto Layak Jadi Teladan

  • 18 Jun 2026 17:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Purnawirawan Achmad Sutjipto meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan pada Kamis (18/6/2026). Almarhum disemayamkan di kediamannya Jalan Gading 10 Blok D No. 45 Kodamar Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Selanjutnya, jenazah Sutjipto dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya Laksamana TNI (purn) Achmad Sutjipto di usianya 81 tahun.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi masa duka ini,” kata Dave kepada wartawan Kamis, 18 Juni 2026. Menurut Dave, almarhum Sutjipto merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk pengabdian kepada negara melalui TNI Angkatan Laut.

Semasa pengabdiannya, lanjut Dave, almarhum dikenal sebagai sosok prajurit yang menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, serta komitmen terhadap kepentingan bangsa dan negara. “Kontribusi yang telah beliau berikan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan kekuatan pertahanan nasional, khususnya di lingkungan TNI Angkatan Laut,” ujarnya.

Untuk itu, Dave menyampaikan kepergian Sutjipto tentu menjadi kehilangan bagi keluarga besar TNI, dunia kemaritiman Indonesia, serta bangsa secara keseluruhan. “Namun demikian, nilai-nilai pengabdian, kepemimpinan, dan keteladanan yang diwariskan almarhum akan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional,” katanya.

Perjalanan Karir Sutjipto

Dirangkum dari berbagai sumber, Achmad Sutjipto adalah seorang purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Pria kelahiran 12 Mei 1945 ini karirnya cukup moncer selama di Korps Pelaut.

Ia masuk Akademi Angkatan Laut tahun 1965 dan lulus pada 1969, kemudian dilantik sebagai perwira berpangkat letnan dua. Dari situ, berbagai penugasan dijalani oleh Sutjipto saat masih menjadi Perwira Pertama (Pama).

Ketika sudah mencapai jenjang kepangkatan Perwira Menengah (Pamen), ia mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) pada tahun 1986. Setelah itu, ia dipercaya menjadi komandan di berbagai kapal perang TNI Angkatan Laut dari tahun 1989 hingga 1991, serta menjadi Komandan Satuan Tugas Pengalihan Kapal-Kapal Bekas Jerman Timur TNI Angkatan Laut dari tahun 1992 hingga 1995.

Pada 1995, ia dipromosikan sebagai Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (Kas Armatim), pangkat yang disandangnya naik menjadi laksamana pertama. Pada Maret 1996, ia mendapatkan promosi jabatan dan pangkat lagi menjadi Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), menggantikan Widodo Adi Sutjipto.

Pangkatnya naik menjadi laksamana muda ketika menjabat di sana. Setelah kurang lebih 2 tahun menjabat sebagai Pangarmabar, Sutjipto dimutasi ke Markas Besar TNI Angkatan Laut sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut (Asrena Kasal).

Tak lama kemudian, ia dipromosikan menjadi Komandan Jenderal Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Danjen Akabri) pada 1998, pangkatnya naik menjadi laksamana madya. Pada 1999, Sutjipto dimutasi menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

Pada Juli 1999, ia dipromosikan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).Sutjipto menjabat sebagai KSAL kurang lebih selama 14 bulan hingga 9 Oktober 2000.

Setelah itu, ia pensiun dari dinas kemiliteran, dengan pangkat terakhirnya laksamana. Setelah pensiun, Sutjipto menduduki jabatan Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Transcoal Pacific Tbk hingga sekarang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....