Mantan Ajudan Presiden Joko Widodo, Laksdya TNI Hersan Masuk Bursa Calon KSAL

  • 04 Mei 2026 00:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mantan Ajudan Presiden Joko Widodo, Laksdya TNI Hersan Masuk Bursa Calon KSAL
  • Bursa Calon KSAL
  • Mantan Ajudan Presiden Joko Widodo

RRI.CO.ID, Jakarta — Nama Laksamana Madya TNI Hersan disebut masuk bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut. Informasi ini beredar di kalangan internal TNI Angkatan Laut menjelang masa purnatugas Laksamana TNI Muhammad Ali.

Sejumlah sumber menyebut Hersan termasuk perwira tinggi yang dipertimbangkan dalam proses regenerasi kepemimpinan TNI AL. Hersan diketahui pernah bertugas sebagai ajudan Presiden Joko Widodo.

Hersan memiliki rekam jejak karier panjang di lingkungan TNI Angkatan Laut. Ia pernah menempati berbagai posisi, baik di satuan operasional maupun jabatan strategis.

Pengamat politik Adib Miftahul menilai Hersan memiliki latar belakang yang mencakup berbagai aspek penting. Ia dinilai memahami operasi militer, pengelolaan organisasi, serta proses pengambilan kebijakan.

Menurutnya, kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi bintang tiga turut meningkatkan perhatian terhadap Hersan. Namanya disebut sebagai salah satu figur potensial dalam bursa pimpinan TNI AL.

"Kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi bintang tiga juga semakin menguatkan sinyal bahwa Hersan masuk dalam radar suksesi KSAL. Bahkan, sejak promosi tersebut, namanya konsisten disebut sebagai kandidat potensial dalam bursa pimpinan TNI AL,” kata Adib kepada wartawan.

Meski demikian, ditegaskannya, penentuan KSAL merupakan kewenangan Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI. Pertimbangan penunjukan mencakup kebutuhan strategis, dinamika geopolitik, dan modernisasi alat utama sistem persenjataan.

"Faktor kebutuhan strategis, dinamika geopolitik, serta agenda modernisasi alutsista akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih sosok yang tepat memimpin TNI Angkatan Laut ke depan,” ujarnya.

Pergantian KSAL dinilai berlangsung di tengah tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks. Sosok terpilih diharapkan memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan diplomasi, dan visi strategis yang memadai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....