Dampak Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya, 27 Rumah Rusak, BPBD Tinjau Lokasi

  • 04 Okt 2026 18:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bumi dengan magnitudo 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026 pukul 12.43 WITA.
  • Berdasarkan pendataan sementara BPBD, sebanyak 27 rumah mengalami kerusakan ringan akibat gempa tersebut.
  • Selain kerusakan rumah, sembilan fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

RRI.CO.ID, Jakarta — Gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur pada Minggu pagi, 4 Oktober 2026. Gempa menyebabkan puluhan bangunan mengalami kerusakan ringan.

Berdasarkan pendataan sementara BPBD hingga pukul 12.43 WITA, sebanyak 27 rumah mengalami kerusakan ringan. Sebanyak sembilan fasilitas umum juga dilaporkan rusak ringan.

Fasilitas umum yang terdampak meliputi rumah sakit, puskesmas, dan sekolah. BPBD masih memperbarui data kerusakan melalui tim yang berada di lapangan.

Selain merusak bangunan, guncangan gempa juga memicu kepanikan dam berlari menuji tempat aman. Seorang warga mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan dan terjatuh saat hendak menyelamatkan diri.

"Ya, gerakannya (guncangan gempa) spontan, tidak lama, kemudian tenang kembali. Tentu memang ketika terjadi, pasti terjadi kepanikan bagi masyarakat dan akan berlari ke tempat-tempat aman," katanya saat berbincang bersama PRO 3 RRI, Minggu, 4 Oktober 2026.

Masyarakat secara bertahap mulai kembali beraktivitas setelah guncangan utama. BPBD juga mencatat dua gempa susulan yang sempat dirasakan sebagian masyarakat.

BMKG sebelumnya mencatat 62 gempa susulan hingga pukul 08.05 WIB. Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo antara 1,5 hingga 4,3 dan gempa utama tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pelaksana BPBD Sumba Barat Daya, Stefanus Malo, mengatakan BPBD belum menyiapkan tenda pengungsian bagi warga yang rumahnya rusak. Pemerintah daerah masih memastikan tingkat kerusakan melalui pemeriksaan langsung.

"Karena kita memastikan dulu tingkat kerusakannya ini kan berdasarkan informasi saja. Kita melihat dulu tingkat kerusakannya," ucapnya.

BPBD bersama pemerintah desa dan kecamatan masih melakukan pemantauan di sejumlah wilayah terdampak. Bupati Sumba Barat Daya juga dijadwalkan meninjau Kecamatan Kodi yang menjadi salah satu wilayah terdampak.

Stefanus mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta menjauhi bangunan rusak.

BPBD juga mengingatkan masyarakat pesisir tetap waspada dan tidak mendekati pantai untuk sementara. Imbauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi meski BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....