Gempa M 6,1 Sumba Barat Daya Sebabkan Rumah Rusak dan Terganggunya Aktivitas Warga

  • 04 Okt 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa dengan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya pada hari Minggu, 4 Oktober 2026, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur rumah warga.
  • Guncangan gempa yang kuat membuat warga di Kecamatan Kodi berhamburan keluar dari rumah mereka untuk menyelamatkan diri saat sedang bersiap mengikuti ibadah Minggu.
  • Kerusakan yang diakibatkan bervariasi dari kerusakan ringan seperti tembok roboh hingga kerusakan berat yang membuat sejumlah rumah tidak lagi dapat dihuni oleh penghuninya.

RRI.CO.ID, Jakarta – Gempa magnitudo 6,1 menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga di Kabupaten Sumba Barat Daya, Minggu, 4 Oktober 2026. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan seperti tembok roboh hingga kerusakan berat sehingga tidak lagi dapat dihuni.

Warga Kecamatan Kodi, Fabianus mengatakan gempa terjadi ketika masyarakat sedang bersiap mengikuti ibadah Minggu. Guncangan yang dirasakan cukup kuat membuat warga berhamburan keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.

“Pas saat gempa itu lagi mau siap pergi ibadah. Tapi karena situasi gempa, tidak sempat ke gereja lagi,” kata Fabianus saat wawancara PRO3 RRI, Minggu, 4 Oktober 2026.

Fabianus mengatakan kerusakan rumah ditemukan di sejumlah wilayah yang dipantaunya setelah gempa. Beberapa rumah mengalami tembok roboh, retak, hingga tidak aman untuk kembali ditempati.

“Ada yang rubuh bangunannya. Ada yang retak sampai sudah tidak bisa lagi untuk ditempati,” ujarnya.

Salah satu kerusakan berat ditemukan pada rumah warga bernama Lukas Lari di Desa Dinjo. Menurut Fabianus, rumah tersebut mengalami kerusakan menyeluruh dan sudah tidak memungkinkan untuk dihuni.

“Contohnya di rumah Bapak Lukas Lari di Desa Dinjo. Di sini 100 persen rusak karena sudah tidak bisa dihuni,” ucapnya.

Fabianus mengatakan beberapa warga juga dilaporkan mengalami luka akibat material bangunan. Informasi tersebut diperolehnya melalui komunikasi dengan sejumlah warga setelah gempa terjadi.

“Ada rumah tembok jatuh, ada yang kena batu. Ada juga yang mengalami luka-luka,” katanya.

Fabianus berharap penanganan segera diberikan agar masyarakat tidak kembali menempati rumah yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi risiko apabila kembali terjadi gempa susulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....