Gempa Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami, BMKG Imbau Waspadai Bangunan Rusak

  • 04 Okt 2026 10:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG memastikan gempa M5,9 yang mengguncang Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur tidak berpotensi tsunami.
  • Gempa terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 05.55.52 WIB dengan kekuatan awal M6,1 dan kemudian diperbarui menjadi M5,9.
  • BMKG menghimbau warga tetap waspada dan menghindari bangunan yang retak atau rusak pasca gempa.

RRI.CO.ID, Jakarta – BMKG memastikan gempa M5,9 yang mengguncang Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, tidak berpotensi tsunami. BMKG meminta warga tetap waspada dan menghindari bangunan retak atau rusak setelah gempa.

Gempa terjadi Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 05.55.52 WIB, dengan kekuatan awal M6,1. BMKG kemudian memperbarui parameter gempa tersebut menjadi M5,9 setelah melakukan analisis lebih lanjut.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan pusat gempa berada di laut. Lokasinya sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman mencapai 30 kilometer.

BMKG mengategorikan peristiwa tersebut sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Aktivitas gempa itu diduga berkaitan dengan Sesar Waikabubak yang berada di kawasan tersebut.

“Hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun. Mekanisme pergerakan tersebut dikenal sebagai normal fault,” katanya.

Guncangan gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah dengan tingkat kekuatan berbeda. Getaran paling kuat dirasakan masyarakat di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan guncangan di tiga wilayah tersebut mencapai skala VI MMI. Getaran yang cukup kuat membuat sebagian besar masyarakat terkejut hingga berlari keluar rumah.

Sementara itu, Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba merasakan guncangan pada skala IV MMI. Getaran gempa juga terasa hingga Kota Bima dengan kekuatan mencapai skala III MMI.

Guncangan gempa menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan fasilitas sekolah. Kerusakan tersebut ditemukan di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Hingga pukul 08.05 WIB, monitoring BMKG mencatat setidaknya 62 aktivitas gempa bumi susulan. Kekuatannya berada dalam rentang M1,5 hingga M4,3,” ujar Wijayanto dalam keterangan tertulis dikutip, Jakarta, Minggu, 4 Oktober 2026.

BMKG juga menerima laporan sementara mengenai dampak gempa hingga pukul 08.40 WIB. Beberapa wilayah mengalami kerusakan kategori sedang, sedangkan satu warga dilaporkan mengalami luka ringan.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan pemantauan terus dilakukan. Stasiun Geofisika Sumba Timur juga akan turun langsung untuk memeriksa dampak gempa secara menyeluruh.

BMKG akan terus memantau perkembangan gempa susulan dan menyampaikan pembaruan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar perkembangan aktivitas kegempaan dapat diketahui masyarakat secara cepat dan akurat.

Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi terus waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa.

BMKG turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan gempa melalui informasi resmi yang disampaikan BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....