Kota Tangerang Dilanda 40 Kebakaran

  • 29 Sep 2026 23:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat sebanyak 40 kejadian kebakaran terjadi diwilayahnya sepanjang September 2026
  • Tingginya angka tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem di tengah puncak musim kemarau

RRI.CO.ID, Tangerang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat sebanyak 40 kejadian kebakaran terjadi di wilayahnya sepanjang September 2026. Tingginya angka tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem di tengah puncak musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan selama periode tersebut, petugas pemadam kebakaran telah melakukan puluhan kali operasi pemadaman diberbagai titik. "Sampai dengan 28 September, pemadaman kebakaran dilakukan sebanyak 40 kali," ujar Mahdiar, Selasa 29 Septenber 2026.

Fenomena musim kemarau yang membuat kondisi cuaca menjadi sangat kering dan panas berdampak langsung pada tingginya potensi timbulnya titik api. Menurut Mahdiar, dari puluhan kasus yang ditangani, mayoritas dipicu oleh pembakaran sampah serta vegetasi liar yang mengering.

"Bakar sampah dan alang-alang paling banyak. Adapula kebakaran rumah dan komplek industri serta pergudangan," kata dia.

Berdasarkan hasil rekapitulasi sementara dari BPBD Kota Tangerang, peristiwa kebakaran paling dominan tersebar di dua wilayah kecamatan. "Di Kecamatan Pinang dan Periuk," kata Mahdiar.

Sebelumnya, kejadian kebakaran diwilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel) melonjak dua kali lipat. Jumlah tersebut berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Penata Layanan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Agus Maulana mengatakan pihaknya mencatat 110 peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Tangsel sepanjang hampir satu tahun terakhir. Dari ratusan kejadian tersebut, korsleting listrik dan aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat menjadi dua penyebab yang mendominasi.

Menurutnya kebakaran yang terjadi sepanjang September 2026 banyak dipicu aktivitas warga yang membakar sampah. "Betul, kebanyakan (kebakaran di bulan September, Red) pembakaran sampah faktornya," ujar Agus, Jumat 25 Sepetember 2026.

Meski pembakaran sampah menjadi salah satu penyebab yang banyak ditemukan belakangan ini, Agus menjelaskan secara akumulasi sepanjang hampir satu tahun, korsleting listrik tetap menjadi penyebab utama kebakaran di Tangsel. "Konsleting penyebab utama setahun ini dengan jumlah 63," kata Agus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....