Pulihkan Pendidikan di NTT, Pemerintah Segera Revitalisasi 1.487 Sekolah

  • 21 Sep 2026 21:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendikdasmen akan melakukan revitalisasi terhadap 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Revitalisasi ini sebagai bagian dari upaya pemulihan pendidikan setelah wilayah tersebut dilanda bencana gempa bumi beberapa waktu lalu.
  • Perbaikan akan menyasar bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun ruang belajar yang selama ini masih menggunakan bangunan darurat.

RRI.CO ID, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan melakukan revitalisasi terhadap 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini sebagai bagian dari upaya pemulihan pendidikan setelah wilayah tersebut dilanda bencana gempa bumi beberapa waktu lalu.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan revitalisasi tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan. Khususnta, di daerah terdampak bencana.

"Informasi di NTT terkait dengan komitmen kami untuk daerah bencana, kami akan melakukan revitalisasi. Termasuk SDN tadi itu (SDN Mboeng) sebanyak 1.487 satuan pendidikan di NTT saja," kata Abdul Mu'ti dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin 21 September 2026.

Ia menegaskan Kemendikdasmen akan melaksanakan program revitalisasi tersebut dengan sebaik-baiknya agar sarana pendidikan di NTT dapat kembali digunakan secara layak. Sebelumnya, Kemendikdasmen telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,2 triliun untuk revitalisasi satuan pendidikan di NTT.

Perbaikan akan menyasar bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun ruang belajar yang selama ini masih menggunakan bangunan darurat. Revitalisasi tersebut diharapkan tidak sekadar memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

Ketersediaan ruang kelas yang layak menjadi salah satu aspek penting agar siswa dapat mengikuti pembelajaran tanpa berada dalam kondisi bangunan yang membahayakan. Pembangunan dan perbaikan sekolah dapat segera dimulai setelah dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap kedua untuk program revitalisasi sekolah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan disalurkan kepada sekolah.

Selain anggaran revitalisasi, Kemendikdasmen juga telah menyalurkan Rp860 juta untuk penanganan awal terhadap puluhan sekolah yang terdampak bencana gempa bumi di NTT. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan aktivitas pendidikan sekaligus memastikan peserta didik di wilayah terdampak tetap memperoleh akses terhadap fasilitas belajar yang aman dan layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....