Gempa Bumi Susulan di NTT Belum Selesai, BMKG: Ada 17.073 Aktivitas 'Aftershock'

  • 21 Sep 2026 10:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hingga hari ini, Senin, 21 September 2026, BMKG mencatat, gempa bumi susulan di NTT sudah menembus 17.073 kali.
  • Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 17.073 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Dengan magnitudo terbesar M6,2
  • BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Aktivitas gempa bumi susulan di NTT hingga saat ini belum mereda, setelah gempa utama magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu. Hingga hari ini, Senin, 21 September 2026, BMKG mencatat, gempa bumi susulan di NTT sudah menembus 17.073 kali.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 17.073 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Dengan magnitudo terbesar M6,2," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya dalam kanal resmi BMKG, Senin, 21 September 2026.

Wijayanto menuturkan, gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Flores, NTT pada tanggal 15 Agustus 2026. BMKG memastikan, terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. Masyarakat kami harapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ucapnya.

Tidak hanya itu, Wijayanto juga meminta, masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Dimintanya pula, masyarakat diingatkan untuk mengecek berkala selalu informasi resmi BMKG.

"Hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG). Website (http://www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260921084407&day=578), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android)," ujarnya.

BMKG melaporkan, gempa bumi magnitudo 5,1 magnitudo mengguncang Lamba Leda, Manggarai Timur, NTT, Senin pagi, 21 September 2026. Gempa bumi tersebut, terjadi sekitar pukul 08.41 WIB.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameterupdate dengan magnitudo M5,1 pada kedalaman10 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,37° LS ; 120,58° BT," katanya.

Wijayanto menjelaskan, gempa di Lamba Leda itu tidak berpotensi terjadinya tsunami. "Lokasi tepatnya berlokasi di darat 29 km Timur Laut Ruteng," ucapnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, ia mengatakan, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Hal tersebut, akibat aktivitas Flores Back-arc Thrust di wilayah NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....