Pembangunan Rampung, Jembatan Kutablang Bireuen Aceh Resmi Dibuka
- 20 Sep 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, akhirnya rampung.
- Jembatan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu mulai dibuka untuk umum setelah menjalani uji coba fungsional, Minggu 20 September 2026.
- Penyelesaian proyek ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur setelah bencana hidrometeorologi melanda Aceh pada akhir November 2025.
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh, akhirnya rampung. Jembatan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu mulai dibuka untuk umum setelah menjalani uji coba fungsional, Minggu 20 September 2026.
Demikian disampaikan Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Safrizal ZA, di Banda Aceh, Minggu 20 September 2026. Ia mengatakan uji coba atau open traffic dilakukan oleh unsur Kementerian PU bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen.
"Alhamdulillah, berkat ketekunan dan kedisiplinan, akhirnya Jembatan Kutablang selesai dibangun tepat waktu," kata Safrizal. Ia mengatakan, setelah uji coba dilakukan, jembatan tersebut resmi dibuka untuk masyarakat.
Penyelesaian proyek ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur setelah bencana hidrometeorologi melanda Aceh pada akhir November 2025. Ia mengapresiasi Kementerian PU beserta jajarannya, BUMN kontraktor utama PT Adhi Karya (Persero), kontraktor lokal PT Krueng Meuh, Pemkab Bireuen, serta seluruh pihak yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan, dan pengawasan proyek.
Adapun nilai kontrak pembangunan permanen Jembatan Kutablang mencapai Rp107,5 miliar. Sementara total pagu paket penanganan darurat dan infrastruktur di lokasi tersebut mencapai Rp251 miliar.
Anggaran tersebut mencakup seluruh rangkaian pekerjaan, mulai dari pemasangan dan perawatan berkala jembatan Bailey, pembangunan struktur utama menggunakan baja girder, hingga penerapan metode teknologi incremental launching. Pekerjaan juga mencakup pengecoran dinding pengaman beton atau parapet di kedua sisi jembatan.
Semula, pembangunan jembatan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026. Namun, proses pengerjaan sempat dihentikan sementara ketika terjadi transisi dari masa tanggap darurat menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Menurut Safrizal, perubahan status tersebut membutuhkan penyesuaian mekanisme kerja yang berkaitan dengan ketentuan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Proses penyesuaian berlangsung hampir satu bulan sebelum pembangunan kembali dilanjutkan.
"Ketika terjadi perubahan status dari tanggap darurat ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi resmi. Maka, harus dilakukan penyesuaian mekanisme kerja dari LKPP, sehingga target pun bergeser," ujarnya.
Dengan rampungnya Jembatan Kutablang, masih terdapat satu jembatan lain yang menjadi kewenangan nasional dan kini dalam proses pembangunan, yakni Jembatan Permanen Teupin Mane di lintas nasional Bireuen-Takengon.
Jembatan tersebut diperkirakan selesai pada Desember 2026.
Sementara itu, Jembatan Pante Lhong yang menghubungkan Kecamatan Peusangan dengan Peusangan Siblah Krueng merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Bireuen. Meski demikian, pembangunan jembatan rangka baja tersebut juga didanai pemerintah pusat.
Safrizal mengatakan pemerintah pusat juga akan membangun tiga jembatan rangka baja lainnya pada 2027 berdasarkan usulan Pemkab Bireuen.
Pembangunan sejumlah jembatan tersebut menjadi bagian dari pemulihan konektivitas Bireuen setelah bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Bencana tersebut menghancurkan sedikitnya 12 jembatan rangka baja di sepanjang aliran Krueng Peusangan dalam wilayah Kabupaten Bireuen. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan jembatan nasional, yakni Jembatan Krueng Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....