Tiga Jembatan Permanen di Aceh Pulih, Perkuat Konektivitas Lintas Timur

  • 17 Sep 2026 11:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pekerjaan Umum telah menyelesaikan penanganan tiga jembatan yang terdampak banjir bandang di Aceh untuk memulihkan konektivitas jalur transportasi utama.
  • Ketiga jembatan tersebut berada pada jalan nasional yang memiliki peran kritis dalam pergerakan masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Aceh.
  • Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan pembangunan jembatan sementara terlebih dahulu sebelum konstruksi permanen diselesaikan secara menyeluruh untuk memastikan kontinuitas lalu lintas.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyelesaikan penanganan tiga jembatan terdampak banjir bandang di Aceh. Pemulihan tersebut memperkuat konektivitas Koridor Lintas Timur Aceh yang menghubungkan Banda Aceh dengan Medan.

Ketiga jembatan tersebut berada pada jalan nasional yang menjadi jalur penting pergerakan masyarakat dan distribusi logistik. Penanganan dilakukan bertahap melalui pembangunan jembatan sementara sebelum konstruksi permanen diselesaikan secara menyeluruh.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan jembatan terdampak bencana penting untuk menjaga konektivitas masyarakat. Menurutnya, akses yang terbuka mendukung aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta proses pemulihan masyarakat setelah bencana.

“Kementerian PU terus berusaha agar akses jalan dan jembatan ditangani secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat hingga distribusi logistik,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 17 September 2026.

Berdasarkan data Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh per 14 September 2026, dua jembatan telah rampung dan fungsional. Yaitu Jembatan Krueng Meureudu memiliki panjang 61,8 meter pada ruas Batas Kota Sigli–Kota Bireuen.

Kemudian, Jembatan Ulee Langa sepanjang 16,6 meter berada pada ruas Batas Kota Lhokseumawe/Aceh Utara–Peureulak. Kedua jembatan tersebut telah dapat difungsikan kembali setelah melalui tahapan penanganan pascabencana.

Sementara itu, Jembatan Krueng Tingkeum sepanjang 149 meter kini mencapai progres pekerjaan sebesar 99,14 persen. Pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan andesit pedestrian, pengaspalan, serta marka jalan pada jembatan tersebut.

Jembatan Krueng Tingkeum ditargetkan kembali fungsional pada 20 September 2026 setelah seluruh pekerjaan terselesaikan. Percepatan tersebut menunjukkan upaya Kementerian PU memulihkan infrastruktur vital terdampak bencana hingga kembali dimanfaatkan masyarakat.

Pemulihan jembatan juga mendukung percepatan pemulihan pascabencana serta menjaga kelancaran konektivitas wilayah Aceh. Langkah tersebut sejalan dengan visi PU608 yang menempatkan infrastruktur sebagai instrumen menjaga produktivitas nasional.

Penguatan infrastruktur tersebut diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju target sebesar delapan persen. Kementerian PU memastikan penanganan infrastruktur dilakukan hingga kembali berfungsi dan dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....