Jembatan di Gampong Adan Aceh Putus akibat Banjir, Akses Petani Lumpuh

  • 18 Sep 2026 13:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jembatan penghubung permukiman warga dengan bendungan irigasi dan lahan perkebunan di Gampong Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), putus total.
  • Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju bendungan irigasi dan kawasan perkebunan.
  • Berdasarkan data PUPR di lokasi, kerusakan jembatan dilaporkan tergolong parah.

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Jembatan penghubung permukiman warga dengan bendungan irigasi dan lahan perkebunan di Gampong Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), putus total. Ini terjadi akibat diterjang banjir bandang.

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kerusakan jembatan membuat akses warga menuju lahan pertanian dan perkebunan terputus.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kerusakan jembatan tersebut. "Kami sudah menerima laporan detail mengenai putusnya jembatan irigasi di Desa Adan tersebut," kata Rahwadi di Abdya, Jumat 18 September 2026.

Berdasarkan data PUPR di lokasi, kerusakan jembatan dilaporkan tergolong parah. Seluruh badan jalan dan fondasi penyangga jembatan amblas ke dasar sungai hingga menyisakan lubang besar.

Sejumlah pipa beton atau culvert yang sebelumnya digunakan sebagai gorong-gorong penyaluran air juga bergeser dan mencuat di tengah timbunan material tanah longsor. Rahwadi mengatakan Dinas PUPR segera berkoordinasi dengan kepala daerah untuk merumuskan langkah penanganan.

Pemerintah daerah, kata dia, memprioritaskan pemulihan akses warga agar mobilitas dan aktivitas ekonomi kembali berjalan. "Kami segera membangun kembali akses darurat maupun permanen di sana agar roda perekonomian para petani dan pekebun dalam mengeluarkan hasil panen menjadi lancar kembali tanpa hambatan," ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Gampong Adan, Iskandar, mengatakan jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju bendungan irigasi dan kawasan perkebunan. Putusnya jembatan membuat akses petani dan pekebun menuju lahan mereka lumpuh.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak langsung terhadap perekonomian warga karena hasil panen tidak dapat diangkut ke pasar.

"Kami sangat berharap dan meminta pemerintah daerah untuk segera membangun kembali jembatan ini, karena ini merupakan urat nadi perekonomian warga," kata Iskandar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....