Puluhan Gempa Guncang Pangalengan, BMKG Imbau Warga Waspadai Longsor

  • 17 Sep 2026 16:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebanyak 47 gempa kecil telah tercatat di Kecamatan Pengalengan sejak tanggal 11 Agustus dengan beberapa di antaranya dirasakan langsung oleh warga.
  • BMKG mengeluarkan imbauan waspada terhadap potensi longsor yang dapat terjadi pascagempa berulang di wilayah tersebut.
  • Gempa-gempa ini berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang terletak di permukaan wilayah, sehingga cenderung menghasilkan gempa dangkal namun dapat dirasakan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 47 gempa kecil tercatat di sekitar Kecamatan Pangalengan, dengan sebagian guncangannya dirasakan warga sejak 11 Agustus lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beri imbauan waspada longsor pascagempa berulang.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung, Suhaidi Ahadi, menjelaskan gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar aktif. Menurut Suhaidi, gempa akibat aktivitas sesar aktif memang cenderung dangkal karena sesar tersebut berada pada permukaan wilayah.

"Gempa ini merupakan aktivitas sesar aktif. Sesar aktif ini adalah sesar permukaan, jadi gempa yang terjadi adalah gempa dangkal," ucapnya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Data BMKG menunjukkan 47 gempa kecil telah tercatat sampai pagi ini, dengan beberapa gempa dirasakan langsung oleh masyarakat. Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik dan justru meningkatkan pemahaman mengenai potensi ancaman di lingkungan tempat tinggal.

Suhaidi menilai ancaman longsor perlu diperhatikan karena kondisi wilayah sedang memasuki musim kering dengan hujan yang relatif jarang. Terutama, bagi warga yang bermukim dekat tebing karena guncangan gempa dapat memengaruhi kestabilan lereng dan memicu longsoran.

"Sekarang Indonesia dalam keadaan musim kering, dimana jarang sekali ada hujan. Takutnya apabila ada goncangan terus, maka potensi ancaman selanjutnya adalah longsor," katanya.

BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung dan pihak kecamatan terus mendorong edukasi bagi warga. Edukasi ini dilakukan melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana) serta kelompok siaga bencana.

Sebelumnya, BMKG juga sudah menggelar sosialisasi kebencanaan yang dilakukan bersama pihak Kecamatan Pangalengan. Dalam sosialisasi tersebut, kesiapsiagaan masyarakat menjadi perhatian utama agar warga mampu menghadapi aktivitas gempa tanpa kepanikan.

"Tiga minggu yang lalu, saya bersama dengan Camat Pangalengan sudah melakukan sosialisasi gempa. Intinya, masyarakat kita perlu membangun kesiapsiagaan, tidak perlu khawatir," ucapnya.

Upaya tersebut diarahkan agar informasi mengenai aktivitas gempa dapat diteruskan ke seluruh elemen warga di kawasan Pangalengan. Suhaidi menyampaikan masyarakat perlu mengenali kondisi wilayahnya karena sebagian warga memang tinggal di kawasan yang memiliki sesar aktif.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai kabar yang bersumber dari hoaks. Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, warga di kawasan Pangalengan diharapkan mampu mengenali ancaman gempa sekaligus potensi longsor.

Untuk memperoleh perkembangan gempa secara resmi, masyarakat dapat mengunduh aplikasi Info BMKG. BMKG juga berkoordinasi para stakeholder lain untuk memastikan edukasi kebencanaan dapat diterima masyarakat secara lebih luas. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....