TPA Sumurbatu Disemprot Ekoenzim untuk Tekan Risiko Kebakaran

  • 16 Sep 2026 01:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meredam panas sehingga mengurangi potensi terjadinya kebakaran.
  • Penyemprotan ekoenzim bukan saja mengurangi panas namun juga bisa menekan gas metan yang ditimbulkan dari tumpukan sampah di TPS Sumurbatu.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi - Pemkot Bekasi gencar menyemprotkan cairan ekoenzim di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumurbatu selama musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan untuk meredam panas sekaligus mengurangi potensi terjadinya kebakaran.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, penyemprotan ekoenzim bukan hanya untuk mengurangi panas. Menurutnya, ekoenzim juga dapat menekan gas metan yang ditimbulkan dari tumpukan sampah di TPA Sumurbatu.

Ia menjelaskan, penyemprotan ekoenzim dilakukan dengan mengerahkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi. Petugas menggunakan mobil atau armada pemadam kebakaran yang dimiliki.

Pihaknya menegaskan, antisipasi kebakaran di lokasi TPA terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. Sebab, kondisi panas ekstrem membuat kawasan TPA mudah terbakar karena terdapat berbagai bahan yang mudah terbakar.

"Kami melalui Disdamkarmat terus menggencarkan penyemprotan ekoenzim terutama di lahan TPA. Ini kita lakukan selain untuk menekan panas juga menekan gas metan," katanya kepada wartawan, Selasa, 15 September 2026.

Sementara itu, berdasarkan data Disdamkarmat Kota Bekasi, banyak lahan kosong mengalami kebakaran dalam tiga bulan terakhir. Jumlah kebakaran lahan kosong tersebut mencapai 60 persen dari total kasus kebakaran di Kota Bekasi.

Kondisi tersebut terjadi akibat musim kemarau panjang yang memicu munculnya titik api sebagai penyebab kebakaran. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Imbauan kita kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu timbulnya titik api. Mulai dari membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok sembarangan karena bisa memicu api," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Bekasi, Muhammad Reward.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....