IFA 2026 Resmi Dimulai, Dorong Fundraising yang Tangguh dan Berdampak
- 15 Sep 2026 18:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Institut Fundraising Indonesia (IFI) resmi memulai penyelenggaraan Indonesia Fundraising Award (IFA) 2026.
- Ajang apresiasi ini ditujukan bagi individu, lembaga, korporasi, komunitas, media, dan berbagai pihak yang berkontribusi dalam pengembangan fundraising dan filantropi di Indonesia.
- Indonesia Fundraising Award merupakan ajang apresiasi yang diinisiasi IFI untuk mendorong penguatan ekosistem fundraising nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Institut Fundraising Indonesia (IFI) resmi memulai penyelenggaraan Indonesia Fundraising Award (IFA) 2026, Selasa, 15 September 2026. Ajang apresiasi ini ditujukan bagi individu, lembaga, korporasi, komunitas, media, dan berbagai pihak yang berkontribusi dalam pengembangan fundraising dan filantropi di Indonesia.
Indonesia Fundraising Award merupakan ajang apresiasi yang diinisiasi IFI untuk mendorong penguatan ekosistem fundraising nasional. Penyelenggaraan IFA telah berlangsung sejak 2020 dan tahun ini memasuki penyelenggaraan ketujuh.
Direktur IFI Sri Sugiyanti mengatakan perjalanan IFA dimulai di tengah pandemi Covid-19 yang menghadirkan tantangan bagi masyarakat dan lembaga filantropi. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan masyarakat Indonesia mempertahankan semangat berbagi dan gotong royong melalui berbagai cara baru.
“Dari tahun ke tahun, IFA berkembang menjadi ruang apresiasi sekaligus pembelajaran. Ajang ini mendorong profesionalisme, inovasi, transparansi, akuntabilitas, kolaborasi, teknologi, dan penciptaan dampak sosial,” kata Sri Sugiyanti.
Perempuan yang akrab disapa Umi Yanti itu menyebut IFA 2026 juga menjadi refleksi perjalanan enam tahun gerakan kedermawanan di Indonesia. Tahun ini, IFA mengusung tema “Resilient Giving” atau kedermawanan yang memiliki daya tahan.
Tema tersebut menekankan bahwa aktivitas memberi tidak cukup hanya dilakukan sesaat. Gerakan filantropi juga harus mampu bertahan, beradaptasi, membangun kepercayaan, memperkuat kapasitas masyarakat, dan menciptakan dampak berkelanjutan.
“IFA 2026 hadir untuk merayakan mereka yang terus memilih untuk memberi, bergerak, dan membangun. Di tengah tantangan sosial dan kemanusiaan, kita membutuhkan gerakan kebaikan yang memiliki daya tahan dan mampu menciptakan perubahan jangka panjang,” ujar Umi Yanti.
Menurutnya, IFA 2026 tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi berbagai aktor filantropi untuk berbagi pengalaman, praktik baik, inovasi, dan membangun kolaborasi.
Lembaga zakat, lembaga kemanusiaan, korporasi, komunitas, media, fundraiser, relawan, dan individu diharapkan dapat terlibat dalam penguatan ekosistem fundraising. Kolaborasi lintas pihak dinilai penting agar gerakan kedermawanan semakin profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Indonesia membutuhkan kebaikan yang tidak mudah berhenti. Kita membutuhkan giving that lasts, giving that empowers, and giving that builds resilience,” tegas Umi Yanti.
Sejalan dengan tema tersebut, IFI membuka peluang kerja sama dan sponsorship dalam penyelenggaraan IFA 2026. IFI juga mengajak lembaga filantropi, lembaga zakat, lembaga kemanusiaan, korporasi, komunitas, media, dan pihak lainnya untuk berpartisipasi.
Melalui IFA 2026, IFI berharap semakin banyak praktik fundraising dan filantropi yang profesional, inovatif, transparan, akuntabel, dan kolaboratif. Penguatan praktik tersebut diharapkan mampu menghasilkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Umi Yanti menegaskan bahwa keberhasilan gerakan kedermawanan tidak hanya diukur dari besarnya nilai yang diberikan. Menurutnya, kebaikan juga harus dilihat dari kemampuan untuk bertahan, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan perubahan jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....