BPBD Jatim Prioritaskan Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Kebakaran Gunung

  • 14 Sep 2026 03:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Jatim memprioritaskan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah kawasan pegunungan yang memiliki risiko tinggi kebakaran.
  • Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan pelaksanaan OMC telah dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
  • OMC dibutuhkan sebagai salah satu upaya untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan.

RRI.CO.ID, Malang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memprioritaskan operasi modifikasi cuaca (OMC) mengatasi kebakaran gunung. Saat ini sejumlah kawasan pegunungan memiliki risiko kebakaran seperti Gunung Bromo, Semeru, Arjuno, hingga Lawu.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan pihaknya berdikoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). OMC diproyeksikan dilaksanakan Oktober 2026, saat potensi pertumbuhan awan diperkirakan lebih mendukung.

"Wilayah yang menjadi prioritas di Bromo, Semeru, Arjuno, dan beberapa tahun lalu terjadi di Gunung Lawu. Jadi, itu yang menjadi prioritas kami," kata Gatot saat ditemui di Jemplang, Kabupaten Malang, Minggu 13 September 2026.

Gatot menjelaskan OMC baru dapat dilakukan apabila terdapat awan yang memenuhi kondisi untuk dimodifikasi. Karena itu, pelaksanaannya tetap bergantung pada hasil pemantauan dan rekomendasi BMKG.

"Yang bisa memastikan adalah BMKG, sehingga tetap datanya didukung oleh mereka. Kami berharap bulan depan potensi awan mendukung," ujarnya.

Selain untuk membantu penanganan dan pencegahan kebakaran, OMC juga direncanakan untuk mendukung ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi. Untuk OMC mengatasi irigasi ini akan dilakukan di wilayah pantai utara Jawa Timur.

Namun, Gatot menegaskan OMC kebutuhan irigasi ini tidak akan dilakukan secara merata di seluruh wilayah Jawa Timur. Pelaksanaan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.

Menurutnya, terdapat sejumlah wilayah yang justru membutuhkan kondisi cuaca kering karena sedang memasuki masa panen komoditas tertentu.

"Petani tembakau yang membutuhkan musim panas. Ini menjadi pertimbangan wilayah mana dilakukan OMC dan mana yang perlu water bombing," katanya.

Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan OMC untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. Namun, kondisi awan saat ini belum memungkinkan untuk pelaksanaan operasi tersebut.

"Rencananya (OMC) pada dasarian awal Oktober. Karena dari BMKG Juanda ada potensi awan di sisi selatan Jawa Timur," kata Satriyo.

Jawa Timur memiliki 38 wilayah kota dan kabupaten, 24 kabupaten diantaranya telah menetapkan sebagai daerah darurat kekeringan. Kekeringan itu berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan merusak irigasi pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....