OMC Hibrida Dikerahkan, BNPB Beberkan Cara Ampuh Atasi Abu Gunung Anak Krakatau

  • 10 Sep 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB mempercepat, penanganan sebaran abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hibrida.
  • Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, operasi OMC hibrida disiapkan untuk dikerjakan hingga malam hari.
  • OMC hybrid menggunakan dua teknik, saat tersedia awan dilakukan stimulasi hujan. Sedangkan, ketika tidak terdapat awan, petugas menyebarkan water mist untuk mengurai dan mengikat partikel abu serta polutan berbahaya

RRI.CO.ID, Jakarta - BNPB mempercepat, penanganan sebaran abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hibrida. Upaya OMC hibrida tersebut, dilakukan setelah material abu vulkanik terpantau mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, dan Lampung.

Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, operasi OMC hibrida disiapkan untuk dikerjakan hingga malam hari. Strategi yang digunakan BNPB, memadukan dua metode intervensi atmosfer untuk membantu mempercepat peluruhan material abu vulkanik.

"OMC hybrid menggunakan dua teknik, saat tersedia awan dilakukan stimulasi hujan. Sedangkan, ketika tidak terdapat awan, petugas menyebarkan water mist untuk mengurai dan mengikat partikel abu serta polutan berbahaya," kata Suharyanto dalam keterangan persnya, di Jakarta, dikutip Kamis, 10 September 2026.

Dalam pelaksanaannya, Suharyanto menjelaskan, operasi OMC hibrida dipusatkan dari Posko Bandara Pondok Cabe. BNPB juga menyiapkan, opsi pergerakan pesawat dari Majalengka setelah Bandara Kertajati kembali beroperasi untuk memperluas jangkauan penanganan sebaran abu.

Langkah tersebut, dilakukan di tengah peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Mengingat, status Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.

Dampak aktivitas gunung api tersebut, dilaporkan telah dirasakan di tiga kabupaten dan 15 kecamatan. Sebaran abu vulkanik juga sempat mengganggu aktivitas penerbangan.

Untuk memperkuat kesiapan penanganan, BNPB juga melakukan penyesuaian posisi armada pesawat yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca. "BNPB telah memindahkan pesawat OMC dari Kalimantan ke Semarang sebagai alternatif," ujar Suharyanto.

Pengerahan OMC hibrida ini, ia mengharapkan, dapat membantu mengurangi konsentrasi abu vulkanik di udara dan mempercepat proses peluruhannya. "Pemerintah terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta dampaknya terhadap masyarakat dan transportasi, khususnya penerbangan," ucap Suharyanto.

Meski dampaknya erupsi Anak Krakatau cukup luas, BNPB menyatakan, hingga kini belum terdapat laporan korban jiwa. Pemerintah daerah, juga belum menetapkan status kedaruratan resmi terkait kondisi tersebut.

"BNPB tetap menyalurkan bantuan darurat atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Serta melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan BPBD," kata Suharyanto.

Sebelumnya, BNPB mencatat, operasional delapan bandara utama sempat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Salah satu bandara utama yang terdampak, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Selain penerbangan, kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat, sekolah, serta nelayan. Paparan abu juga dilaporkan memicu gangguan kesehatan seperti iritasi dan masalah pernapasan pada masyarakat di wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....