Kemenhut dan BMKG Intensifkan OMC Atasi Karhutla Kalbar, Kalteng, dan Jatim
- 05 Sep 2026 21:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhut mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar, Kalteng, dan Jawa Timur melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).
- Upaya penanganan karhutla tidak hanya ditujukan untuk melindungi ekosistem hutan, tetapi juga masyarakat yang tinggal dan menggantungkan kehidupan pada lingkungan sekitarnya.
- Dengan dukungan lintas lembaga, pemerintah berharap operasi modifikasi cuaca dapat memperkuat penanganan karhutla.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Jawa Timur melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Kegiatan OMC ini dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho dalam keterangannya dari Jakarta, Sabtu 5 September 2026. Ia mengatakan OMC lanjutan di Kalbar, Kalteng, dan Jawa Timur dialokasikan melalui anggaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan.
"Kami berterima kasih atas dukungan BMKG, BNPB, TNI Angkatan Udara, BPBD. Dan seluruh pihak dalam pelaksanaan OMC tersebut," ujar Dwi.
Menurutnya, upaya penanganan karhutla tidak hanya ditujukan untuk melindungi ekosistem hutan. Tetapi juga masyarakat yang tinggal dan menggantungkan kehidupan pada lingkungan sekitarnya.
"Yang kita lindungi bukan hanya ekosistem di kawasan hutan, tetapi juga masyarakat yang tinggal dan bergantung pada lingkungan sekitarnya. Karena itu, setiap langkah pengendalian diarahkan untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan, aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat," katanya.
OMC di Jawa Timur dilaksanakan pada 3-9 September 2026 menggunakan pesawat CASA A2104. Sementara itu, operasi di Kalbar berlangsung 5-14 September 2026 dan di Kalteng pada 6-14 September 2026 dengan menggunakan pesawat CASA 212 serta dukungan logistik dari BNPB.
Pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis meteorologi, potensi pertumbuhan awan, perkembangan kejadian karhutla, serta pemantauan tinggi muka air tanah oleh BMKG. Wilayah sasaran ditentukan dengan mempertimbangkan potensi pembentukan awan hujan sekaligus tingkat kerawanan karhutla yang tinggi.
Khusus di Jawa Timur, OMC diarahkan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru, Gunung Arjuno. Serta sejumlah wilayah lainnya di Jawa Timur.
Dwi mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memanfaatkan setiap peluang pembentukan awan hujan untuk membantu pemadaman karhutla. Sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
Sebelumnya, Menhut Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Suharyanto memastikan dukungan pesawat untuk pelaksanaan OMC tetap disiagakan hingga 13 September 2026. Kesiapsiagaan tersebut diperlukan agar potensi hujan yang terbentuk dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membasahi wilayah rawan kebakaran.
Dengan dukungan lintas lembaga, pemerintah berharap operasi modifikasi cuaca dapat memperkuat penanganan karhutla. Terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, sekaligus menekan risiko meluasnya kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....