SAR Perluas Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Sekitar Pulau Sertung
- 11 Sep 2026 12:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim SAR gabungan masih mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Anak Krakatau.
- Pencarian di Pulau Sertung terkendala radius tiga kilometer dan status kawasan rawan berdasarkan informasi PVMBG.
- Penggunaan drone dari KN SAR Tetuka di sekitar Pulau Sangiang terkendala kabut asap tebal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tim SAR gabungan masih mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian dilakukan di kawasan Pulau Sertung, Banten.
Hingga Jumat, 11 September 2026 belum ada tanda keberadaan kelima jurnalis tersebut. Informasi ini berdasarkan pemantauan visual dari sejumlah titik di sekitar gunung.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad mengatakan, pemantauan dilakukan menggunakan teropong, tetapi belum menunjukkan hasil. Tim SAR gabungan juga telah menyisir sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau bersama nelayan setempat.
Namun, pencarian secara langsung di Pulau Sertung belum dapat dilakukan. Pasalnya, pulau tersebut berada dalam radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Gunung tersebut juga masih dinyatakan sebagai kawasan rawan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). "Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya bisa masuk ke situ," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, 11 September 2026.
Basarnas juga memperluas pencarian dengan menggunakan drone dari Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka di sekitar Pulau Sangiang. Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal karena kondisi di lapangan masih tertutup kabut asap tebal.
"Untuk hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka. Mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal," katanya.
Amrad menegaskan Basarnas tetap mengacu pada informasi dari BMKG dan PVMBG untuk menentukan langkah pencarian. Kedua lembaga tersebut secara berkala memberikan informasi mengenai perkembangan cuaca, aktivitas gunung, dan kondisi di sekitar lokasi pencarian.
"Jadi, rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi, mereka melaporkan per jam perkembangannya. Apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....