Mentan: Usut Tuntas Penembakan terhadap 3 ASN Dinas Pertanian Jayawijaya
- 10 Sep 2026 17:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mentan Amran menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
- Ketiga ASN tersebut meninggal dalam insiden penembakan di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu 9 September 2026.
- Amran menyebut para korban sebagai pahlawan pangan yang gugur saat menjalankan tugas untuk membantu masyarakat di pedalaman Papua.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ketiga ASN tersebut meninggal dalam insiden penembakan di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu 9 September 2026.
Mereka menjadi korban penembakan saat rombongan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tengah menjalankan tugas menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat setempat pada Rabu (9/9) sore. Amran, meminta kasus penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu diusut tuntas.
"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 10 September 2026. Amran menyebut para korban sebagai pahlawan pangan yang gugur saat menjalankan tugas untuk membantu masyarakat di pedalaman Papua.
"Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu," ujar Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu. Ia menegaskan petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di Papua bukan pihak yang membawa ancaman bagi siapa pun.
Karena itu, menurut Amran, para petugas harus mendapat jaminan keamanan penuh dari aparat.
Amran meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri mengusut tuntas kasus penembakan tersebut serta memastikan keselamatan para petugas lapangan yang menjalankan tugas di Papua.
"Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua," ujarnya.
Kementerian Pertanian dan Bapanas, kata Amran, memastikan program bantuan ternak dan pangan di wilayah Papua Pegunungan tetap berlanjut tanpa terhambat. Pemerintah juga akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga para korban.
"Kami sangat berduka mendengar kabar ini. Semoga aparat keamanan dapat segera mengungkap kasus ini dan memastikan tidak terulang kembali. Kita ingin pembangunan pertanian di Papua kuat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Amran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....