Tiga ASN Jayawijaya Meninggal Ditembak KKB saat Meninjau Cetak Sawah
- 10 Sep 2026 17:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiga aparatur sipil negara (ASN) dan calon ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, meninggal di Distrik Muliama, Rabu 9 September 2026.
- Mereka meninggal usai ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat hendak meninjau kegiatan cetak sawah.
- Saat kejadian, ketiga korban bersama delapan pegawai lainnya sedang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tiga aparatur sipil negara (ASN) dan calon ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, meninggal di Distrik Muliama, Rabu 9 September 2026. Mereka meninggal usai ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat hendak meninjau kegiatan cetak sawah.
Ketiga korban yakni Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya Aprida Rapi (49), dokter hewan Dinas Pertanian Jayawijaya Alfonsius Albinus Meha (35), dan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Willi Mbuik (25). Identitas ketiga korban tersebut telah dibenarkan oleh Kementerian Pertanian.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, penembakan terjadi di wilayah Muliama sekitar pukul 15.53 WIT. Saat kejadian, ketiga korban bersama delapan pegawai lainnya sedang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.
Rombongan tersebut juga membawa bantuan pangan berupa bibit babi yang akan diserahkan kepada masyarakat. "Korban meninggal dunia di RSUD Wamena setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis," kata Yusuf dalam keterangan tertulis dikutip Kamis 10 September 2026.
Yusuf menjelaskan, Willi terkena tembakan di bagian pinggang kanan. Dia sempat dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi akhirnya meninggal dunia di RSUD Wamena.
Sementara itu, Aprida mengalami luka tembak di bagian perut dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Adapun Alfonsius mengalami luka tembak di bagian kepala belakang dan tangan kiri dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Pasca penembakan, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan serta penyelidikan. Tim gabungan juga melakukan penyisiran di sekitar Puskesmas Muliama dan lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya penembakan.
Selain itu, petugas mengamankan delapan orang saksi yang berada bersama rombongan korban saat insiden berlangsung. "Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga," ujar Yusuf.
Meski demikian, ia menegaskan aparat masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan untuk memastikan identitas serta keterlibatan para pelaku. "Petugas keamanan masih mendalami rangkaian kejadian dan motif di balik peristiwa tersebut untuk memastikan fakta secara menyeluruh," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....