Rakornas 2026, BAZNAS Perkuat Strategi Pengelolaan Muzaki

  • 09 Sep 2026 12:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat strategi pengelolaan muzaki secara profesional dan berkelanjutan.
  • Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) secara nasional.
  • Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, mengatakan muzaki harus ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat strategi pengelolaan muzaki secara profesional dan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) secara nasional.

Penguatan strategi tersebut dibahas dalam Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-Rakornas) BAZNAS bertajuk “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota secara daring, Selasa (8/9/2026).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, mengatakan muzaki harus ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam. Menurutnya, hubungan antara lembaga zakat dan muzaki perlu dibangun secara berkelanjutan, bukan hanya ketika masyarakat menunaikan zakat.

Rizaludin menjelaskan, kebutuhan muzaki saat ini semakin berkembang. Selain menginginkan kemudahan dalam membayar zakat, muzaki juga ingin mengetahui dampak dan manfaat dari dana yang telah mereka salurkan.

“Hubungan dengan muzaki harus kita bangun secara berkelanjutan, melalui pelayanan yang baik, komunikasi yang terbuka, serta menunjukkan dampak nyata dari zakat yang mereka tunaikan,” ujar Rizaludin.

Ia mengakui masih terdapat masyarakat yang menyalurkan zakat melalui lembaga nonformal, termasuk secara langsung kepada ustaz, masjid, maupun pihak lainnya. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi BAZNAS untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat formal.

“Ini PR kita. Kita harus mampu melakukan reorientasi dalam pengelolaan muzaki. Bagaimana ke depan supaya BAZNAS menjadi pilihan bagi para muzaki dan membayar zakat lebih utama melalui lembaga formal seperti BAZNAS,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BAZNAS mendorong penerapan konsep value-driven fundraising oleh BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia. Strategi tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan dakwah zakat, penyaluran program yang memberikan manfaat nyata, serta menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rizaludin menyebut terdapat empat pilar utama dalam value-driven fundraising, yakni transparansi dan laporan dampak, pembangunan relasi yang personal dan inklusif, penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit, serta pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan.

Menurutnya, strategi tersebut perlu diperkuat melalui konsep 5D BAZNAS, yaitu Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan. Konsep tersebut diharapkan dapat menciptakan pengalaman berzakat yang lebih bermakna sekaligus memperluas dampak zakat bagi kesejahteraan masyarakat.

Rizaludin juga menekankan pentingnya perspektif muzaki dalam merancang setiap program BAZNAS. Program yang dibuat harus relevan dengan kebutuhan dan aspirasi muzaki serta mampu memberikan manfaat yang jelas dan luas bagi penerima zakat.

“Kalau membuat program, perspektifnya harus dari muzaki,” ujarnya.

Pra-Rakornas tersebut turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan H. Syarifuddin, Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan, serta jajaran pimpinan BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota se-Indonesia.

Penguatan pengelolaan muzaki ini menjadi bagian dari persiapan BAZNAS menuju Rakornas 2026. Melalui penguatan pelayanan, transparansi, dan dampak program, BAZNAS diharapkan semakin dipercaya masyarakat serta mampu meningkatkan penghimpunan zakat secara nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....