Kementerian PU Tuntaskan SPAM Mamminasata, Siap Layani 40.000 Sambungan Rumah
- 09 Sep 2026 09:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pekerjaan Umum berhasil menyelesaikan pembangunan SPAM Regional Mamminasata Tahap I di Sulawesi Selatan dengan instalasi pengolahan air berkapasitas 500 liter per detik.
- Sistem penyediaan air minum ini dirancang untuk melayani 40.000 sambungan rumah dan mendukung pemenuhan kebutuhan air minum dasar masyarakat.
- Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa pembangunan infrastruktur air minum merupakan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan dasar berkualitas kepada masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan pembangunan utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata Tahap I di Sulawesi Selatan. Instalasi pengolahan air (IPA) berkapasitas 500 liter per detik tersebut siap mendukung layanan air minum bagi 40.000 sambungan rumah (SR).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan SPAM merupakan bagian komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan dasar bagi masyarakat. Menurutnya, infrastruktur air minum harus memberikan manfaat langsung dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“SPAM bukan sekadar proyek infrastruktur. Tetapi bukti nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.
Kapasitas tersebut diproyeksikan memenuhi kebutuhan air minum sekitar 200.000 jiwa di empat wilayah pelayanan. Adapun untuk wilayah pelayanan tersebut mencakup Kota Makassar serta Kabupaten Maros, Gowa, dan Takalar.
Pembangunan IPA Tahap I ini telah mencapai 100 persen dengan sejumlah infrastruktur utama yang telah diselesaikan. Infrastruktur tersebut meliputi koneksi air baku, reservoir, serta sistem mekanikal, elektrikal, instrumentasi, dan SCADA.
Kementerian PU juga menyelesaikan Jaringan Distribusi Utama (JDU) Regional Mamminasata sepanjang 35,3 kilometer. Jaringan tersebut terdiri atas transmisi air curah jalur utara sepanjang 4,03 kilometer dan selatan 31,29 kilometer.
SPAM Regional Mamminasata ini memanfaatkan sumber air baku dari Bendungan Bili-Bili berkapasitas total 1.000 liter per detik. Air baku tersebut kemudian diolah melalui IPA sebelum disalurkan sebagai air curah menuju titik offtake.
Pengembangan keseluruhan sistem ke depannya ditargetkan mencapai kapasitas produksi 1.000 liter per detik untuk pelayanan masyarakat. Kapasitas tersebut diproyeksikan mendukung sekitar 80.000 SR atau setara 400.000 jiwa.
Pembangunan sistem produksi tahap I ini menggunakan dukungan APBN dengan nilai investasi sebesar Rp153,1 miliar. Sementara, untuk jaringan pipa transmisi air curah membutuhkan investasi sebesar Rp160,6 miliar.
Sistem produksi SPAM Mamminasata ini menerapkan konsep Green IPA melalui pemanfaatan kembali air buangan pengolahan. Air hasil backwash filter dan pengurasan sedimentasi tersebut ditampung kemudian diresirkulasi menuju inlet air baku.
Teknologi High Rate Plate Settler juga digunakan dalam proses sedimentasi untuk mendukung kinerja pengolahan air. Selain itu, sistem Anti Water Hammer menggunakan Surge Anticipating Valve juga diterapkan untuk meningkatkan perlindungan sistem pompa.
Untuk mendukung pengoperasian secara terintegrasi, IPA juga dilengkapi sistem SCADA yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian proses pengolahan. Pemantauan tersebut mencakup pompa distribusi, reservoir, debit air baku, air olahan, serta titik offtake.
Setelah pembangunan utama selesai, Kementerian PU mendorong pemanfaatan sistem melalui kesiapan pelayanan daerah. Kesiapan tersebut mencakup kelembagaan pengelola, operasional, jaringan hilir, serta penyerapan air curah.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk UPTD SPAM Regional Mamminasata sebagai lembaga pengelola sistem regional. Kesiapan organisasi, operator, tata kelola, dan perangkat operasional menjadi bagian penting keberlanjutan pelayanan.
Sejumlah titik offtake juga telah memiliki infrastruktur pendukung untuk menunjang penyaluran air curah kepada masyarakat. Namun, beberapa wilayah masih membutuhkan penyelesaian reservoir, jaringan distribusi, dan sambungan rumah.
Kementerian PU terus mendukung koordinasi dan pendampingan sesuai tugas serta kewenangannya dalam pengembangan sistem. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keterpaduan pembangunan hingga SPAM Mamminasata dapat dimanfaatkan secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....