Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kementerian PU Salurkan Air Bersih di Kalbar
- 05 Sep 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pekerjaan Umum menyalurkan 226 ribu liter air bersih untuk mengatasi kekeringan dan kebakaran hutan lahan di Kalimantan Barat melalui BPBPK Kalimantan Barat.
- Bantuan air bersih menjangkau 33 titik distribusi yang tersebar di lima kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
- Penyaluran air dilakukan menggunakan empat mobil tangki air, 45 hidran umum, satu mobil kabin toilet, dan satu mobil tangki tinja untuk mendukung masyarakat dan fasilitas pelayanan publik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan air bersih menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Penyaluran dilakukan melalui BPBPK Kalimantan Barat, dengan 226 ribu liter air disalurkan kepada masyarakat dan fasilitas pelayanan publik.
Bantuan tersebut menjangkau 33 titik yang tersebar pada lima kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Dukungan dilakukan menggunakan empat mobil tangki air, 45 hidran umum, satu mobil kabin toilet dan satu mobil tangki tinja.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijaga, terutama ketika sejumlah wilayah menghadapi kekeringan. Ia menyebut Kementerian PU akan terus melakukan langkah penanganan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2026.
Dukungan air bersih ini juga diarahkan kepada sejumlah fasilitas yang memiliki kebutuhan prioritas di wilayah terdampak. Seperti di Kota Pontianak, bantuan disalurkan kepada Sekolah Rakyat 2 Flora dan sejumlah fasilitas kesehatan.
Fasilitas tersebut meliputi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, serta PMI Kota Pontianak. Dari dukungan tersebut, sebanyak 92 ribu liter air bersih telah disalurkan di Kota Pontianak.
Sementara, di Kabupaten Kubu Raya, bantuan diberikan kepada Pondok Pesantren Tahfidz Modern Mahir dan sejumlah lokasi lainnya. BPBPK juga meminjamkan mobil tangki kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya untuk membantu penyaluran air bersih.
Distribusi tersebut dilakukan pada 11 titik lokasi dengan total penyaluran mencapai 40 ribu liter air. Sementara di Kayong Utara, mobil tangki dipinjamkan kepada Dinas PUPR untuk mendukung penyaluran air.
Bantuan tersebut digunakan mendukung distribusi air bersih pada 11 titik dengan total 44 ribu liter. Di Kabupaten Melawi, mobil tangki diberikan kepada Perumda Tirta Melawi mendukung penanganan kekeringan dan karhutla.
Penanganan karhutla ini dilakukan pada dua titik dengan distribusi mencapai 8.000 liter air. Sementara masyarakat terdampak kekeringan memperoleh 12.000 liter air bersih pada tiga titik lokasi.
Dukungan penyediaan air bersih juga menjangkau Kabupaten Sanggau melalui kegiatan Gerakan Irigasi Bersih. BPBPK telah menyalurkan 20 ribu liter air bersih di Desa Temiang Mali melalui kegiatan tersebut.
Kegiatan itu diselenggarakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I sebagai bagian dukungan terhadap kebutuhan air. Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Barat Mohd. Yoza Habibie menekankan pentingnya sinergi dalam menangani kekeringan.
Menurutnya sinergi diperlukan agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak. “BPBPK Kalimantan Barat siap memberikan dukungan sesuai kewenangan agar kita dapat mengatasi masalah kekeringan ini bersama,” ucap Yoza.
Kementerian PU akan terus memantau kondisi lapangan dan mengoptimalkan sarana tanggap darurat sesuai kebutuhan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....